Home » Lainnya » Kriminalitas » Waspada Kriminal

Waspada Kriminal

Beware, Criminal

Aksi kriminalitas sering terjadi terhadap warga. Pengancaman dan penodongan sering dikeluhkan warga. Untuk itu, warga mesti selalu waspada. Jaga diri sendiri lebih baik.

“Jangan biarkan anak kita berjalan sampai larut malam. Ini supaya tidak melakukan aksi kriminalitas dan juga menjadi korban kejahatan,” terang Ipda Sayuti, Kasub Nit Dik Polsekta Pontianak Timur kepada Equator, kemarin.

Dalam kehidupan sehari-hari, apabila ada orang yang mencurigai diharapkan di laporkan kepolisian terdekat. Jangan sampai orang yang dicurigai itu melakukan tidak kriminalitas.

“Kita juga minta jangan main hakim sendiri. Itu bisa mengarah kepada aksi kriminal serta memperkeruh suasana.  Aksi dengan menggunakan cara-cara kekerasan sudah tidak zamannya lagi dan tidak sesuai dengan masa sekarang,” katanya.

“Apabila sudah mengarah pada aksi kriminal sudah barang tentu akan berhadapan pada ranah pidana. Setiap aksi kriminal akan ada sanksi hukumnya. Kita tak mau ada warga menjadi pelaku maupun korban aksi kriminalitas,” inginnya. (sul)

gambar kriminalitas

Baca juga:

  1. Marak Kriminal di Facebook, Gita Gutawa Non Aktifkan Akun
  2. Presiden: Jangan Sama Ratakan Perbuatan Kriminal
  3. Kriminal, 3 Siswa SMK Terancam Gagal UN
  4. Pemerkosa Tujuh Gadis di Bawah Umur Ditangkap
  5. Waspada! Penipu ala Scam Nigerian
berita.balihita.com / Waspada Kriminal




Share |

Tags: , ,

Maret 22, 2010
By berita terkini

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
27088 . 225. 35
Sekitar 3.500 ogoh-ogoh, yakni boneka berukuran besar menyerupai raksasa dengan wajah menyeramkan, akan memadati dan berlalu-lalang di hampir semua ruas jalan umum di Pulau Dewata, menjelang Hari Raya Nyepi. "Raksasa" yang umumnya terbuat dari bahan rangkaian bambu, kayu dan dibalut kertas aneka warna itu, akan tampil "menari" di jalanan umum sejak Senin (15/3) petang hingga larut tengah malam, yang oleh masyarakat Hindu disebut Malam Pengrupukan, menjelang Nyepi yang jatuh pada Selasa (16/3). Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Denpasar, Selasa (9/3) mengatakan, dari sekitar tiga ribu lebih ogoh ogoh yang akan "pentas" di jalanan Bali, terbesar berada di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Sehubungan dengan itu, operasi pengamanan jalannya pengerupukan itu lebih ditekankan pada dua wilayah tersebut. Namun demikian, petugas di sejumlah kabupaten lain juga tetap disiagakan dalam jumlah yang cukup, baik pada Malam Pengerupukan maupun sepanjang Hari Suci Nyepi yang berlangsung Selasa (16/3) mendatang. Khusus saat Nyepi, petugas yang tidak lagi turun ke jalan, melainkan akan disiagakan secara "on call" di setiap markas Polres/Poltabes se Bali. "Ini artinya, petugas yang siaga setiap saat dapat dikerahkan ke tempat kejadian bila tiba-tiba muncul peristiwa yang tidak diinginkan saat umat melaksanakan 'berata penyepian'," ujarnya. Mengenai pawai ogoh-ogoh, kata Sugianyar, bisa dibayangkan bahwa patung "raksasa" yang umumnya akan turun secara serempak ke jalan-jalan raya tersebut, dengan sendirinya akan membuat jalanan menjadi "lautan" boneka. Sehubungan dengan itu, Kabid Humas mengimbau para pemakai jalan raya untuk dapat menyesuaikan diri, sehingga tidak terjebak kemacetan akibat "demo" ogoh-ogoh yang berlangsung selama lebih dari enam jam itu. Menurut dia, sebaiknya para pengemudi berbagai kendaraan bermotor, tidak turun ke jalan raya pada jam-jam berlangsungnya malam Pengerupukan, sehari sebelum tibanya Hari Suci Nyepi yang jatuh 16 Maret mendatang.
free hit counter