Home » Gaya Hidup » Kuliner » Wah, di Bali Ada Burger Raksasa!

Wah, di Bali Ada Burger Raksasa!

Wah, di ,Bali, Ada, Burger,Raksasa

Jika Anda penyuka burger, mungkin Anda akan terkejut melihat sebuah burger yang beratnya mencapai 6 kilogram. Dalam menyantap burger ini, Anda pun harus mengumpulkan keluarga atau kerabat terlebih dahulu karena Anda tak mungkin menyantap burger ini seorang diri.

Bingung makannya, burgernya besar tapi mulut saya kecil.

Mungkin Anda masih penasaran burger apa yang dimaksud. Burger ini dinamakan giant burger atau burger raksasa. Sesuai dengan namanya, ukuran burger ini jauh lebih besar dari burger pada umumnya. Burger raksasa berdiameter 50 sentimeter dengan ketebalan 15 sentimeter.

Proses pembuatan burger ini hampir sama seperti burger biasa, tetapi karena berukuran raksasa, daging yang dibutuhkan pun minimal 5 kilogram. “Kendalanya hanya saat pembuatan roti burger, kami harus mengulang tiga kali karena sempat 2 kali pecah,” ujar Gusti Nyoman Putra, pembuat burger raksasa ini, Rabu (3/3/2010).

“Bingung makannya, burgernya besar tapi mulut saya kecil,” ujar Rio Barlianto, seorang karyawan swasta, setelah mencicipi burger raksasa untuk mengobati rasa penasarannya.

“Rasa rotinya lebih legit dan memang enak dibanding burger biasanya,” ujar Murdani Usman, fotografer freelance yang juga dapat kesempatan menikmati burger raksasa.

Burger raksasa ini dapat dinikmati oleh 25 orang sekaligus. Namun sayangnya, burger ini tidak dijual bebas dan hanya dihidangkan dalam rangka promosi image terbaru sebuah tempat usaha kuliner di kawasan Kuta Bali.

burger, burger king di bali, murdani usman, burger bali, foto burger, nama karyawan burger king bali, raksasa bali, burger king bali, menu burger king bali, penemuan burger

Baca juga:

  1. Ribuan Raksasa Ogoh-ogoh akan Padati Jalanan di Bali
  2. Gerai Terbakar, Karyawan Burger King Diliburkan
  3. Ribuan “Raksasa” akan Padati Jalanan di Bali
  4. Ada Tiga Agenda Presiden Obama ke Bali
  5. Akuarium Raksasa Dubai Bocor
berita.balihita.com / Wah, di Bali Ada Burger Raksasa!




Share |

Tags: , , , , ,

Maret 4, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
89151 . 904. 34
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mendesak proyek perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali segera dilaksanakan. “Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat,”tandas Wacik di sela-sela peluncuran buku Ngurah Rai Airport Bali-Gateway to Paradise 1930-2010 di Kuta, Bali, Minggu (28/2) lalu. Dia mengaku sudah menerima laporan soal desain perluasan bandara di antaranya memuat arsitektur bernuansa Bali untuk membedakan dengan bandara lainnya. “Kawasan bandara juga dikurangi untuk areal komersial seperti pertokoan dan lainnya. Kalau mau belanja, ke Sukawati saja biar belanja langsung kepada rakyat,”imbuh Wacik. Namun,dia mengingatkan agar perluasan bandara harus diimbangi dengan peningkatan layanan lainnya di antaranya imigrasi, taksi, dan toilet. “Ingat, survei menyebutkan 70% orang turun dari pesawat, tempat pertama yang dicari adalah toilet. Jangan sampai orang yang jauh-jauh terbang dari Eropa, begitu turun di Bandara Ngurah Rai mengeluhkan kotornya toilet,”tandas Wacik. Wacik mengaku optimistis perluasan bandara tersebut akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bali dan destinasi lainnya di Indonesia. Dalam dua bulan terakhir ini saja kunjungan wisatawan ke Bali sudah naik 3-4% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.“Jika perbaikan dan perluasan bandara sudah dilakukan, saya yakin wisatawan semakin sering datang ke Bali,”ungkapnya. Direktur Angkasa Pura (AP) I Bambang Darwoto mengaku, proyek perluasan bandara masih menunggu rekomendasi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung. Rekomendasi itu diperlukan sebagai salah satu syarat turunnya izin dari Menteri Perhubungan Freddy Numberi. “Begitu izin turun, kami akan segera melakukan tender, dan sebulan kemudian sudah bisa dimulai pengerjaan fisiknya,”kata dia. Dia mengaku, perluasan bandara meliputi terminal internasional dan domestik serta sejumlah areal lainnya seperti aprondanrunway yang mencapai 120.000 meter persegi (m2) dengan menelan dana Rp1,7 triliun. “Dengan perluasan itu,Bandara Ngurah Rai akan mampu menampung 20 juta penumpang dari kapasitas yang ada saat ini,hanya 2 juta penumpang.” Bambang menyatakan, perluasan bandara tidak disertai pembebasan lahan warga, tetapi dengan menggusur 170 rumah pegawai AP I. Sedangkan soal infrastruktur pendukung seperti jalan merupakan tanggung jawab Pemprov Bali. “Pemprov Bali harus segera memikirkan masalah infrastruktur jalan. Kalau jalan belum diperbaiki,tentu akan terjadi kemacetan luar biasa.
free hit counter