Home » Internasional » Tujuh Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru

Tujuh Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru

Tujuh, Tewas, dalam, Kecelakaan, Pesawat, di, PeruSedikitnya tujuh orang meninggal pada Kamis ketika pesawat kecil yang membawa wisatawan di lintasan Nazca yang terkenal di Peru jatuh ke kawasan gurun, kata sejumlah pejabat setelah peristiwa kecelakaan paling akhir dalam industri pariwisata negara itu.

Kantor berita Peru melaporkan tiga orang Cili dan empat Peru berada di dalam pesawat itu. Seorang anak ikut dalam penerbangan itu.

Polisi mengatakan kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.30 waktu setempat (pukul 23.30 WIB) dekat puing suku Inca, Machu Picchu, salah satu tujuan wisata paling terkenal di Peru.

Banjir melanda kota dekat Machu Picchu itu pada Januari, menyebabkan ribuan wisatawan terdampar dan merusak jalur kereta api yang membawa turis ke kawasan Andes, demikian kantor b

pesawat, tabrakan pesawat, kecelakaan, kecelakaan pesawat, kecelakaan pariwisata, gambar pesawat, pesawat tabrakan, pesawat kecelakaan, kecelakaan dalam pariwisata, foto kecelakaan pesawat

Baca juga:

  1. Pesawat Jatuh di Gurun Tewaskan Tujuh Penumpangnya
  2. 13 Tewas Dalam Kecelakaan Bus di Jerman
  3. Pengadilan Penyebab Kecelakaan Pesawat Concorde Dimulai
  4. In Peru, an elixir for depression
  5. Hujan Lebat di Mesir Biang Keladi Banyaknya Kecelakaan
berita.balihita.com / Tujuh Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru




Share |

Tags: , , , , , , , ,

Pebruari 26, 2010
By berita terkini

One Response to “ Tujuh Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru ”

  1. Check out my facebook profile on Mei 16, 2011 at 1:17 pm

    Hey {this is a|this can be a|it is a} {real|actual} cool {website|web site}…

    Hey I discovered this web site to be really interesting! Bookmarked!…

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
89144 . 892. 310
Pura ini terletak di Daerah Tampaksiring dan tidak jauh dari Istana Tampaksiring, Daerah situs purbakala gunung kawi sangat luas dibagi menjadi dua dan dipisah oleh Sungai Pakerisan, sejak di temukan pada tahun 1920, peninggalan ini terus di jaga dan diperhatikan, disana terdapat dua tebing, terdapat lima candi di tebing sebelah timur dan empat candi di tebing sebelah barat dan juga tempat bermeditasi. Di pojok tenggaranya juga di temukan beberapa lobang tempat meditasi, candi yang di tebing sebelah barat dikenal dengan nama Makam X dan di pintu depannya deitemukan tulisan dengan hurup Kediri. Seperti yang di sebutkan Pura Gunung Kawi di bangun oleh Raja Marakatapangkaja dan diselesaikan oleh Raja Anak Wungsu. Tebing tebing lain yang diteukan berrelief candi di luar area Gunung Kawi adalah di Kerobokan, Tegallinggah, dan Jukut Paku ( Singakerta, Ubud ). Gunung Kawi juga terbuka untuk Wisatawan. Setelah melewati Gapura dan 315 anak tangga di pinggir sungai Pakerisan yaitu sebuah sungai yang mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi, terletak komplek candi Gunung Kawi. Obyek wisata ini termasuk wilayah Tampaksiring 40 km dari Denpasar. Mengenai nama Gunung Kawi ini belum diketahui dengan pasti asal mulanya. Namun secara etimologi dikatakan berasal dari kata Gunung dan Kawi, yang berarti gunung adalah daerah pegunungan dan Kawi berarti pahatan. Jadi maksudnya ialah pahatan yang terdapat di pegunungan atau di padas karang. Menurut sejarahnya diantara raja – raja yang memerintah di Bali yang paling terkenal adalah Dinasti Warmadewa. Raja Udayana adalah merupakan dinasti ini dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa. Setelah dewasa Udayana nikah dengan Putri Jawa yang bernama Gunapriya Dharma Patni. Dari perkawinannya ini menurunkan Erlangga dan Anak Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaanya di Jawa Timur dibagi Dua. Pendeta Budha yang bernama Empu Baradah dikirim ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu Putra Erlangga, tetapi ditolak oleh Empu Kuturan. Selanjutnya Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu antara tahun 1029 – 1077 dan dibawah perintahnya Bali merupakan daerah yang sangat subur dan tentram. Setelah beliau meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi di komplek Candi Gunung Kawi. Tulisannya yang terdapat diatas pintu semu yang berbunyi : Haji Lumah Ing Jalu yang berarti Sang Raja dimakamkan di Jalu sama dengan Susuh dari (ayam jantan) yang bentuknya sama dengan Kris maka perkataan Ing Jalu dapat ditafsirkan sebagai petunjuk Kali Kris atau Pakerisan. Raja yang dimakamkan di jalu dimaksud adalah Raja Udayana. Sedangkan tulisan Rwa Anakira yang berarti Dua Anaknya kemungkinan yang dimaksud makam Raja Udayana, Anak Wungsu dan Empat orang Permaisuri Raja serta Perdana Mentri Raja. Diseberang Tenggara atau dari komplek candi ini terletak Wihara (tempat tinggal atau asrama para biksu/pendeta Budha). Peninggalan candi dan wihara di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 Masehi. Sementara di Candi Gunung Kawi, setelah menuruni anak tangga sepanjang 400 m, nikmati eksotisnya bangunan candi yang dipahat pada dinding cadas.Ukiran pahatan yang besar ini terlihat menakjubkan ketika diamati dari jarak beberapa meter. Candi yang dipercaya sebagai tempat menyimpan abu jenazah beberapa raja Bali ini memiliki legenda berkaitan dengan pembuatannya, yaitu dibuat sehari semalam oleh Kebo Iwa dengan menatahkan kuku tangannya yang sakti pada dinding cadas tersebut. Kebo Iwa sendiri adalah tokoh legenda rakyat Bali yang digambarkan sebagai orang bertubuh sangat besar dengan kekuatan dan kesaktiannya yang dipergunakan untuk membela Bali dari serangan musuh. Tiket masuk rata-rata adalah Rp. 6.000,- untuk dewasa dan Rp. 3.000,- untuk anak-anak
free hit counter