Home » Lainnya » Ramalan » Zodiak » Tips Fengshui Dalam Membangun Rumah Tinggal

Tips Fengshui Dalam Membangun Rumah Tinggal

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Pemilihan tanah: sekiranya Anda akan membeli kavling guna Bangun Rumah dari awal, maka perlu diketahui beberapa hal semisal asal usul tanah yang dibuat menjadi kompleks perumahan tersebut,tanah yang dulunya merupakan area persawahan dan perkebunan diketahui merupakan asal usul terbaik guna digunakan untuk membangun rumah diatasnya.

Bidang tanah yang sebelumnya pernah dibangun rumah ibadah, penjara, rumah sakit, kebun binatang, bukanlah merupakan lokasi yang baik untuk dibangun rumah tinggal karena energinya yang negatif akan bercokol pada area tanah bersangkutan.

Umumnya, lokasi rumah atau tanah yang memiliki bukit di sisi belakang merupakan lokasi yang menguntungkan, sama fungsinya apabila di daerah belakang rumah terdiri dari bangunan-bangunan besar semisal perkantoran atau gedung/perumahan tinggi dan besar yang memberikan landasan perlindungan dan menahan agar rejeki dapat bertahan.

Namun hindari bangunan yang diapit sisi kanan dan kirinya oleh perbukitan atau rumah besar, termasuk juga jembatan dan jalan layang karena akan merusak energi positif yang akan mengalir masuk rumah.

Untuk aliran air, diketahui bahwa adanya aliran air semisal sungai kecil dan sejenisnya di depan rumah merupakan hal yang baik, namun memang tidak semua pola aliran terbilang baik.

Lokasi bangun rumah yang berada tepat di depan ataupun di belakang rumah ibadah ataupun beberapa bangunan dengan aktivitas negatif yang disampaikan di atas tadi bukanlah lokasi yang baik untuk rumah, karena energi dingin berlebih dari aktivitas yang dilakukan disana.

Jenis atap rumah: Jenis atau bentuk atap yang paling ideal adalah atap yang sebisa mungkin berbentuk simetris, sehingga perlindungan akan rumah bisa menjadi sama rata, tidak saling menekan antar bagian.

Demikianlah kiranya beberapa hal seputar Bangun Rumah yang mungkin bermanfaat bagi anda yang berencana untuk pindah atau membangun rumah baru. Salam sejahtera dan sukses selalu!

tipsfengshui.com

Artikel Terkait :

  1. Tips Fengshui Dalam Membangun Rumah Tinggal
  2. Panduan Praktis Menghitung Biaya Membangun Rumah
  3. Tips Tinggal Di Rumah Mungil Dengan Nyaman
  4. Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material dalam Membangun Rumah Mungil
  5. Membangun Rumah Sehat Hemat Energi


Buku Murah dengan Harga Diskon

125x125 banner ad

BERITAHU TEMAN
|
| Add comments


125x125 banner ad

Himpunan berita dan artikel terkini daerah, nasional dan dari seluruh duniahttp://www.untukku.com ยป Astrologi
Berita Terkini

fengshui rumah tinggal, feng shui rumah tinggal, fengshui rumah tingkat, fengsui rumah tinggal, fengshui atap rumah, feng shui atap rumah, feng shui atap, feng shui rumah, fengshui atap, gambar atap rumah yg sesuai fenshui

Baca juga:

  1. Bangun Tiga Rumah Adat
  2. ITS Rancang Rumah Pracetak Tahan Gempa
  3. Pemerintah Menaikkan Batas Luas Rumah yang Terkena PPN
  4. Tujuh Tips Jadi Tuan Rumah
  5. ITS Rancang Rumah Pracetak Tahan Gempa
berita.balihita.com / Tips Fengshui Dalam Membangun Rumah Tinggal




Share |

Tags: , , , , , , ,

September 23, 2010
By Global

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
89141 . 889. 38
Bali dengan masyarakat dan budaya yang unik dipastikan bukanlah satu wilayah migrasi yang baru tumbuh. Keseharian masyarakat Bali dengan budaya yang senantiasa menampilkan warna budaya lokal menunjukkan bahwa perjalanan Bali telah melewati alur sejarah yang panjang. Berbagai temuan arkeologi di berbagai wilayah Bali membuktikan perjalanan panjang Pulau Bali berbarengan dengan wilayah dan negara lain. Sebagaimana dengan wilayah lain di Nusantara, masa-masa awal kehidupan bermasyarakat di Bali dikelompokkan sebagai jaman pra sejarah. Pada masa pra sejarah ini tidak ditemukan catatan-catatan yang menggambarkan tatanan kehidupan bermasyarakat. Yang menjadi acuan adalah temuan berbagai peralatan yang dipergunakan sebagai sarana menopang kelangsungan hidup manusia Bali ketika itu. Dari berbagai temuan masa pra sejarah itu, jaman pra sejarah Bali - sebagaimana dengan kebanyakan wilayah lain - meliputi tiga babak tingkatan budaya. Lapis pertama adalah masa kehidupan yang bertumpu pada budaya berburu. Secara alamiah, berburu adalah cara mempertahankan kelangsungan hidup yang amat jelas dan mudah dilakukan. Dengan alat-alat sederhana dari bahan batu, yang peninggalannya ditemukan di daerah Sembiran di Bali utara dan wilayah Batur, manusia Bali diperkirakan mampu bertahan hidup. Peninggalan peralatan sejenis yang lebih baik, dengan menggunakan bahan tulang, ditemukan pula di gua Selonding di daerah Bulit, Badung Selatan. Ini menunjukkan bahwa masa berburu melewati masa cukup panjang disertai dengan peningkatan pola pikir yang makin baik. Masih berdasar pada temuan benda-benda purbakala, tergambar bahwa Bali mulai meninggalkan masa berburu dan masuk pada masa bercocok tanam. Kendati sudah memasuki tatanan hidup yang lebih terpola pada masa bertanam, kelompok manusia Bali pada masa itu dipastikan hidup secara berpindah. Berbagai peninggalan sejenis ditemukan sebagai temuan lepas di berbagai wilayah Bali barat, Bali utara, dan Bali selatan. Tatatan hidup dengan permukiman diyakini sebagai peralihan tatanan hidup manusia Bali dari jaman pra sejarah ke jaman sejarah. Peninggalan purbakala berupa nekara perunggu dan berbagai barang dari bahan logam di daerah Pejeng Gianyar, membuktikan bahwa kala itu telah terbentuk tatanan masyarakat yang lebih terstruktur. Berbarengan dengan peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, pengaruh Hindu dari India yang masuk ke Indonesia diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali. Masa peralihan ini, yang lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad 8 hingga abad 13, dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh Majapahit yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan penduduk Bali menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali. Secara perlahan dan pasti, dengan upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam Bali. Model penyesuaian ini kiranya yang kemudian membentuk masyarakat dan budaya Bali yang diwarisi kini menjadi unik dan khas, menyerap unsur Hindu dan Jawa Majapahit namun kental dengan warna lokal. Pola perkembangan budaya Bali di masa-masa berikutnya, jaman penjajahan dan jaman kemerdekaan, secara alamiah mengikuti alur yang sama yaitu menerima pengaruh luar yang lebur ke dalam warna budaya lokal.
free hit counter