Home » Gaya Hidup » Seksualitas » Tiga Rahasia Seksual Perempuan

Tiga Rahasia Seksual Perempuan

Tiga ,Rahasia ,Seksual ,Perempuan TUBUH perempuan menyimpan sejumlah rahasia menakjubkan yang berhubungan dengan seksualitas. Temukan jawaban mengenai hubungan antara orgasme dengan kehamilan, reaksi fisiologis yang timbul setelah bercinta, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan perempuan hingga pulih dari orgasme.

Orgasme dan kehamilan
Menurut Deborah Blum, penulis buku Sex on the Brain, ada sebuah gagasan baru mengenai orgasme pada perempuan, yang disebut dengan istilah upsuck theory. Intinya, ketika seorang perempuan mencapai klimaks, otot-otot vagina tertarik ke atas sehingga membantu sperma mencapai rahim dan meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan.

Akan tetapi, beberapa ahli biologi evolusioner menyatakan bahwa orgasme pada perempuan juga bertindak sebagai mekanisme kontrol kualitas, yang mencegah perempuan dari kemungkinan memeroleh keturunan dari lelaki yang tidak mereka inginkan.

Reaski fisiologis
Mengapa perempuan kadang tertawa atau menangis setelah berhubungan seks? Menurut Pepper Schwartz, Ph. D., penulis buku Everything You Know About Love and Sex Is Wrong, hal tersebut kemungkinan besar merupakan reaksi fisiologis yang terjadi akibat berhubungan intim. Orgasme menyebabkan pelepasan hormon-hormon yang memiliki pengaruh kuat seperti dopamin, epinefrin dan oksitosin, yang semuanya menggusarkan emosi.

Selain itu, tawa dan tangisan tersebut juga dapat dipertimbangkan sebagai tanda dari ikatan yang intim dan mendalam antara Anda dengan pasangan.

Bercinta dan terlelap
Perempuan sering mengeluh tentang pasangan mereka yang bisa langsung terlelap usai berhubungan seks. Sementara bagi perempuan, perlu waktu sekitar 15-30 menit untuk menenangkan diri setelah meraih orgasme.

Bagi lelaki, semua aliran gairah itu memang langsung berakhir setelah aktivitas bercinta selesai. Sedangkan perempuan membutuhkan lebih banyak waktu hingga kondisi tubuh kembali normal, mulai dari berkurangnya pembengkakan payudara, klitoris kembali ke posisi normal, rahim menyusut dan vagina kembali mengempis, serta stabilnya denyut nadi, tekanan darah, dan irama pernapasan. (ICH)

rahasia perempuan, Perempuan, berita tentang seksual, seksual, tentang seksual, seksualitas perempuan, gambar seksual, fisiologi terjadinya kehamilan, gambar perempuan, perempuan seksual

Baca juga:

  1. Perih Setelah Hubungan Seksual
  2. Bersin dapat Dipicu dari Fantasi Seksual
  3. 4 Teknik Bertahan Lama di Ranjang
  4. Kondom Perempuan Tidak Mencegah Penyakit Kelamin
  5. Tiga Perempuan di Posisi Atas
berita.balihita.com / Tiga Rahasia Seksual Perempuan




Share |

Tags: , , , , ,

Pebruari 8, 2010
By berita terkini

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
89140 . 885. 37
Kekhawatiran akan munculnya keluhan terkait lomba ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi tahun baru €aka 1932, akhirnya terbukti. Usai tim juri melakukan penilaian di masing-masing kecamatan, keluhan mulai mengemuka. Tim juri yang melakukan penilaian dinilai tidak fair, sehingga menimbulkan kekecewaan di sejumlah sekaa teruna yang mengikuti hajatan lomba ogoh-ogoh ini. Kadek Sudira, salah seorang konseptor ogoh-ogoh di Br. Batanbuah, Kesiman, yang ditemui, Selasa (2/3) kemarin tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Kekecewaan sang konseptor ini cukup beralasan. Pasalnya, tim juri yang melakukan penilaian tidak memberikan hasilnya secara lengkap, terutama skor yang diperoleh ogoh-ogoh milik warga banjarnya tersebut. ''Sistem penilaian dalam lomba ini saya kira kurang bagus,'' katanya. Sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses lomba ogoh-ogoh ini, pihaknya bahkan kembali membuat ogoh-ogoh ukuran kecil. Bentuknya, berupa celuluk membawa kacang, yang artinya pelesetan uluk-uluk ci cang. Ogoh-ogoh ini mengungkapkan rasa kecewanya terhadap proses lomba yang diikutinya. Di dekat ogoh-ogoh tersebut juga terpasang sebuah spanduk yang mempertanyakan netralitas tim juri. Kekecewaan terhadap lomba ogoh-ogoh ini juga muncul di Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja, Jalan Kecubung Denpasar. Ogoh-ogoh yang dibikin STT Yowana Jaya dengan nama Sunda Lan Upasanda. Warga setempat, khususnya anggota STT merasa kecewa dengan sistem lomba yang digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan. Bentuk kekecewaan warga di Jalan Kecubung ini bukan hanya sebatas protes, melainkan sempat menaruh ogoh-ogoh yang mereka buat di tengah jalan, sehingga memacetkan arus lalu lintas di jalan tersebut. ''Kalau tidak ada hujan, mungkin ogoh-ogohnya tidak mungkin dipindah,'' ujar salah seorang warga setempat kemarin. Penyebab tidak puasnya terhadap kegiatan lomba ini, akibat keberadaan juri yang dinilai tidak fair. Mereka menilai yang masuk nominasi juara, tidak tepat. Terlebih juri yang melakukan penilaian juga berasal dari masing-masing kecamatan setempat. Semestinya tim juri dari kecamatan lain yang melakukan penilaian, sehingga tidak dicurigai ada main, kongkalikong, kata warga setempat kemarin. Terhadap keluhan ini, Ketua Tim Juri I Nyoman Astita, M.A. mengatakan di setiap proses lomba dipastikan selalu ada protes. Kekecewaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar. Terlebih dasar penilaian seni adalah rasa. Rasa yang dicoba untuk dikalkulasi, sehingga bisa mendapat gambaran untuk menentukan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing objek yang dinilai. ''Saya mohon ini untuk tidak dibesar-besarkan,'' kata Astita kemarin. Dikatakan, terkait unsur penilaian, tim juri sudah memiliki pegangan yang jelas, terkait masalah bobot, teknis penilaian, sudah ada pembahasan sebelumnya. Para penilai sudah berpegangan sesuai pakem yang ada. Sejatinya, lomba ini tidak semata hanya untuk mengejar juara, namun lebih kepada upaya menggali kreativitas dan menyalurkan ekspresi generasi muda.
free hit counter