Home » Gaya Hidup » Olah Raga » Sejarah Tinju

Sejarah Tinju

Sejarah ,Tinju
Kata Tinju adalah terjemahan dari kata Inggris “boxing” atau “Pugilism”. Kata Pugilism berasal dari kata latin, pugilatus atau pinjaman dari kata yunani Pugno, Pignis, Pugnare, yang menandakan segala sesuatu yang berbentuk kotak atau “Box” dalam bahasa Inggrisnya. Tinju Manusia, kalau terkepal, berbentuk seperti kotak. Kata Yunani pugno berarti tangan terkepal menjadi tinju, siap untuk pugnos, berkelahi, bertinju. Dalam mitologi, bapak dan Boxing adalah Poliux, saudara kembar dari Castor, putera legendaris dari Jupiter dan Leda.
Perkembanganya
Pertandingan tinju yang pertama tercatat dalam sejarah adalah antara lain melawan Abel. Kitab mahabrata juga mencatat pertandingan-pertandingan tinju, hal mana mendahului pencatatan cerita-cerita perkelahian di antara bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir. Petinju terkenal pertama berkebangsaan Yunani bernama Theagenes dari Thaos yang menjadi juara Olympic Games 450 Masehi. Ia melakukan pertandingan sebanyak 1.406 kali dengan menggunakan cetus sarung tinju yang terbuat dari besi. Kebanyakan dari lawan-lawan itu tewas ketika bertarung melawannya.
Meskipun boxing terkenal berabad-abad lamanya sebagai suatu bentuk hiburan, namun seorang Inggris yang bernama James Ping adalah James Broughton, juara britania, yang juga merupakan orang pertama yang menggunakan sarung tinju. Peraturan dan sarung tinju ini di perkenalkan pada tanggal 10 Agustus 1973.
tinju, sejarah olahraga tinju, sejarah tinju, sejarah tinju di indonesia, Sejarah Olah raga Tinju, GAMBAR tinju, tinju dunia, sejarah tinju dunia, tinju adalah, sejarah tinju indonesia

Baca juga:

  1. Tinju Wanita Dipertandingkan di Asian Games
  2. Sejarah Olahraga Bola Voli
  3. Sejarah Permainan Basket
  4. Sejarah Mobil Kepresidenan Republik Indonesia
  5. Sejarah Blog
berita.balihita.com / Sejarah Tinju




Share |

Tags: , , , , ,

Maret 30, 2010
By team berita

One Response to “ Sejarah Tinju ”

  1. Check out my facebook profile on Mei 16, 2011 at 3:34 am

    Hey {this is a|this can be a|it is a} {real|actual} cool {website|web site}…

    Hey I discovered this web site to be really attention-grabbing! Bookmarked!…

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
89131 . 863. 38
Penggerebekan di sebuah ruko di kawasan Pamulang dan berlanjut dengan pengejaran ke Gang Asem, Jalan Setiabudi, tak jauh dari lokasi pertama menewaskan tiga orang yang diduga teroris. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Canberra, Australia, Rabu (10/3/2010) siang ini, telah mengumumkan bahwa salah satu dari ketiga korban tewas itu adalah Dulmatin, otak pelaku peledakan bom di Bali pada tahun 2002 silam. Untuk prestasi ini, Presiden memberikan apresiasi kepada Kepolisian Indonesia. Hal itu menjadi lebih istimewa karena pujian disampaikan di hadapan anggota parlemen Australia. Negara tersebut menjadi pihak yang paling menaruh perhatian atas pemberantasan terorisme di Indonesia, mengingat banyaknya korban warga Australia dalam aksi teroris di Tanah Air. Namun, Presiden tidak mengungkapkan mana di antara korban tewas itu yang merupakan Dulmatin. Seperti diberitakan sebelumnya, ada satu korban tewas di ruko yang menjadi gerai Warnet Multiplus, dan dua lainnya tergeletak di jalan setelah ditembak di Gang Sawo. Yang mana Dulmatin? Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang ditemui di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, siang ini pun masih bungkam. Ia belum bersedia memberikan petunjuk, yang mana Dulmatin. Banyak media yang telah menyimpulkan bahwa korban tewas pertama di Multiplus adalah gembong teroris yang dihargai 10 juta dollar AS oleh pemerintah AS tersebut. "Terkait teroris, nanti ya. Nanti saya akan beri keterangan lengkap di Mabes Polri, jam 14.00," ujar Kapolri. Ketika ditanya apakah teroris yang tewas di dalam ruang Warnet Multiplus, Jalan Siliwangi, Pamulang Barat, Jakarta, adalah Dulmatin, Kapolri menjawab, "Nanti ya."
free hit counter