Home » Lainnya » Ramalan » Zodiak » Ramalan Bintang PISCES (19 Februari – 20 Maret)

Ramalan Bintang PISCES (19 Februari – 20 Maret)

Ramalan Bintang PISCES (19 Februari – 20 Maret)

Umum: Bulan ini rata-rata. Keuntungan kecil dibandingkan usaha. Posisi keuangan meningkat di awal bulan. Di akhir bulan jadwal tetap padat. Hasil investasi bagus. Hubungan dengan saudara bagus. Tingkatkan kapasitas dalam kerja. Awal bulan bagus untuk jual/beli properti. Minat pada kerja sosial menurun. Fokus pada masalah pribadi. Pelajar harus lebih banyak belajar, jangan yang lain. Sering marah, hindari berdebat. Kesehatan anak butuh perhatian. Rumah tangga harmonis. Kesehatan butuh perhatian. Minat pada agama meningkat. Bisnis naik turun. Pekerja harus kerja lebih giat.
Asmara: Berilah perhatian yang lebih pada dia, seringlah bertemu dengannya…
Cocok: Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Perasaan kompleks: Virgo, Pisces
Hubungan aneh: Gemini, Sagittarius
Tidak cocok: Aries, Leo, Libra, Aquarius

pisces, pisces cocok dengan, sejarah pisces, ramalan bintang pisces, ramalan bintang 19 februari, ramalan bintang hari ini pisces, pisces cocok, Ramalan Zodiak Pisces (19 Februari - 20 Maret), bintang pisces, gambar bintang pices

Baca juga:

  1. Ramalan Bintang TAURUS 20 April–20 Mei
  2. Ramalan Bintang GEMINI (21 Mei – 21 Juni)
  3. Ramalan Bintang Pisces 20 – 26 September 2010
  4. Ramalan Bintang Cancer 6 – 12 September 2010
  5. Ramalan Bintang Gemini 6 – 12 September 2010
berita.balihita.com / Ramalan Bintang PISCES (19 Februari – 20 Maret)




Share |

Tags: , , ,

Januari 31, 2010
By berita terkini

One Response to “ Ramalan Bintang PISCES (19 Februari – 20 Maret) ”

  1. Nugraha on Mei 1, 2010 at 4:11 pm

    – Sebenarnya 19 februari tuh Aquarius atau pisces ( Mohon Penjelasan )

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87906 . 135. 31
Ogoh-ogoh atau boneka raksasa dengan berbagai bentuk dan tema, usai diarak keliling kota biasanya langsung dibakar, namun khusus untuk boneka anjing rabies malah tetap dipajang di pinggir Jalan Cokroaminoto Denpasar, Bali. Ogoh-ogoh yang menggambarkan kejadian yang kini cukup marak melanda Bali, yakni orang digigit anjing rabies, tampak cukup banyak menarik perhatian orang yang lewat di daerah itu, Rabu (17/3). Tidak hanya dipajang, Ogoh-ogoh yang dibuat oleh kaum muda yang tergabung dalam Seka Teruna Teruni (STT) Mekarsari Banjar Bayusari, Desa Ubung, Denpasar Utara itu juga malah ditawarkan kepada peminat yang ingin mengoleksinya. I Nyoman Subawa, bendahara STT Mekarsari mengakui bahwa pihaknya akan menjual hasil kreasinya itu kepada orang yang berminat. "Kami jual seharga Rp20 juta, sesuai dengan biaya yang kami keluarkan untuk membuat Ogoh-ogoh itu. Maunya sih segitu, tapi kalau ada yang mau ambil cepat Rp15 juta, silahkan," katanya. Menurut dia, sebenarnya laku terjual Rp20 juta saja pihaknya sudah rugi banyak, sebab ini belum terhitung dengan ongkos tenaga yang membuatnya. Namun demikian, lanjut dia, boneka anjing rabies tetap akan dijual untuk menutup kekosongan kas pada STT Mekarsari. Terkait dengan kepentingan itu, Subawa mengaku akan tetap memajang barang miliknya di pinggir jalan. "Ya kami akan memajangnya sampai Juni nanti. Kalau sampai batas waktu itu belum juga laku, ya akan kami bawa ke balai banjar," katanya. Berbeda dengan ribuan ogoh-ogoh lain yang langsung dibakar oleh pemiliknya usai diusung di berbagai jalan raya di Pulau Dewata pada Senin (15/3) malam, yang oleh masyarakat setempat disebut Malam Pengrupukan, sehari sebelum Nyepi. "Meski umumnya orang membakar ogoh-ogoh miliknya, tapi kami tidak melakukan itu. Yang penting, untuk keperluan sesaji dan persembahyangan berkaitan Nyepi sudah beres terpenuhi, jadi tidak masalah," kata Subawa, beralasan. Tidak sedikit warga yang melintas di lokasi ogoh-ogoh yang dipajang, terlihat menyempatkan diri berfoto ria di bawah patung raksasa itu.  Ogoh-ogoh yang diberi nama anjing rabies atau asu galpong dengan buta kala itu, tercatat menyabet juara harapan I pada lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemkot Denpasar. Subawa menyebutkan, pusan yang ingin disampaikan generasi muda di kampungnya dengan ogoh-ogoh tersebut, antara lain mengingatkan agar warga masyarakat tetap waspada dengan ancaman anjing rabies. "Kami hanya ingin mengingatkan warga akan bahaya anjing rabies, yang hingga kini tercatat telah merenggut sedikitnya 20 nyawa penduduk," katanya. Upaya itu sebenarnya membantu tugas pemerintah dalam mensosialisasikan bahaya penyakit rabies.  Selain yang masih dipajang untuk dijual, ada juga beberapa ogoh-ogoh yang begitu saja diarkan teronggok dalam kondisi rusak di jalanan, seperti yang terlihat di Jalan Gatot Subrobo dan di beberapa tempat Desa Sempidi Denpasar.
free hit counter