Home » Lainnya » Polisi Gerebek Pabrik Miras Ilegal

Polisi Gerebek Pabrik Miras Ilegal

Penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik minuman keras ilegal di wilayah Kapuk Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2010). Polisi mengamankan seorang perempuan berinisial LL alias AL yang diduga terlibat produksi minuman ilegal itu.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Anjan P Putra mengatakan, pengungkapan pabrik itu adalah berkat pengembangan penggerebekan industri yang sama di Perumahan Prima Tangerang, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Tangerang, Rabu (21/4/2010). Saat itu, polisi menangkap tersangka berinisial ES.

Dalam penggerebekan di Tangerang, kata Kombes Anjan, barang bukti yang diamankan berupa 80 botol kosong, 50 tutup botol merek Mansion, 100 gram lem Fox, enam liter alkohol 96 persen, satu unit alat press tutup botol, serta 200 botol minuman keras merek Whisky Mansion House ukuran 350 ml.

Sedangkan penggerebekan di Jakarta Utara, kata Kombes Anjan, barang bukti yang disita adalah 500 botol kosong, dua dus tutup botol merek Mansion House Vodka, dan lima dus berisi minuman siap edar.

Dikatakan Anjan, saat diperiksa, ES mengaku sudah beroperasi sejak dua tahun lalu dan memasarkan di wilayah Jakarta, Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. “Tersangka jual minuman Rp 210.000 per 24 botol atau satu dusnya,” kata Anjan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, penggerebekan pabrik minuman palsu itu terkait banyaknya jumlah korban tewas di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali akibat minuman haram itu. LL dan ES dikenakan Pasal 55 huruf b subsider Pasal 55 huruf e Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan dengan ancaman pidana lebih dari lima tahun dan atau denda Rp 600 juta.

berita miras, berita minuman keras, berita tentang miras, berita tentang minuman keras, betita tentang miras, AKIBAT LEM FOX, pabrik minuman keras, DAFTAR industri di wilayah bali, berita minuman kerasa, miras berita

Baca juga:

  1. Pabrik Ekstasi Digerebek
  2. 538 Lusin Obat Ilegal Disita, Dua Tersangka Dibekuk
  3. Korban Tewas Miras Oplosan Jadi 9 Orang
  4. Bea Cukai Bali Musnahkan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal
  5. Siswi SMPN di Samarinda Rekam Adegan Mesum Sambil Pesta Miras
berita.balihita.com / Polisi Gerebek Pabrik Miras Ilegal




Share |

Tags:

April 23, 2010
By Bali News

One Response to “ Polisi Gerebek Pabrik Miras Ilegal ”

  1. Check out my FB profile on Mei 16, 2011 at 9:53 am

    Hey {this is a|this can be a|it is a} {real|actual} cool {website|web site}…

    Hey I discovered this website to be really interesting! Bookmarked!…

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87906 . 134. 33
DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menggagaskan pendirian sekolah pedagang untuk mencetak masyarakat Bali agar mampu menggeluti dunia wiraswasta. "Bali harus punya sekolah pedagang atau sekolah bisnis. Sekarang ini yang ada kan hanya sekolah pekerja," katanya seusai menjadi pembicara kunci pada Pertemuan Perbankan Bali 2010 di kantor Bank Indonesia Denpasar, Kamis (28/1/2010) malam. Ia menjelaskan, selama ini sekolah maupun perguruan tinggi banyak mencetak lulusan yang hanya siap untuk menjadi pegawai, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Ditanya apakah Pemprov Bali akan memelopori pendirian sekolah untuk mencetak pebisnis itu, Pastika menegaskan bahwa hal tersebut harus dibicarakan dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perbankan. Saat berbicara di hadapan ratusan praktisi ekonomi di Bali, termasuk pimpinan Kantor BI Denpasar Jeffrey Kairupan, Gubernur mengemukakan bahwa salah satu masalah bagi masyarakat Bali adalah ketidakmampuannya untuk berdagang. "Padahal dana ada, lahan ada, pasar ada, semuanya ada, tetapi yang diusahakan tidak ada. Masyarakat Bali dalam memanfaatkan sumber keuangan masih rendah," katanya. Ke depan, mantan Kapolda Bali dan Papua ini berharap agar masyarakat di Pulau Dewata memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, sehingga uang yang ada termasuk peluang kerdit bisa dimanfaatkan. "Saya berharap kalangan perbankan di Bali ini menyelenggarakan pelatihan pendampingan untuk menumbuhkan wiraswastawan," katanya. Ia sendiri memiliki keinginan untuk melatih ribuan sarjana di Bali yang kini masih menganggur untuk menjadi pengusaha. Sementara Dirut Bank Sinar Harapan Bali, IB Kade Perdana, menyambut baik usulan gubernur tersebut. Ia menyayangkan jika peluang kredit perbankan di Bali tidak dimanfaatkan secara maksimal. "Semakin banyak yang menjadi pengusaha, akan semakin bagus bagi perkembangan perbankan di Bali. Pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Bali," katanya. Sesi diskusi yang dipandu oleh Prof Dr Nyoman Erawan (Ketua ISEI Bali) itu juga menampilkan Gde Wiratha yang juga Ketua Kadin Bali.
free hit counter