Home » Daerah » Bali » Tabanan » Petani Kakao Mengeluh Penyakit Jamur

Petani Kakao Mengeluh Penyakit Jamur

Sementara itu petani kakao di banjar makayu desa lalanglinggah kecamatan Selemadeg barat Tabanan mengeluhkan jamur penyakit busuk buah atau jamur palmifora yang menyerang tanaman kakao milik petani. Akibat kondisi ini tanaman kakao menjadi busuk dan petani merugi hingga jutaan rupiah. Jamur penyakit busuk buah atau jamur palmifora menyerang menyerang puluhan tanaman kakao di banjar makayu desa lalanglinggah kecamatan Selemadeg barat Tabanan sejak beberapa waktu lalu petani setempat mengeluhkan buah kakao yang rusak akibat serangan jamur palmifora. Akibatnya petani merugi puluhan juta rupiah dan terpaksa mencari alternatif lain untuk menanggulangi penyakit ini. Seperti diungkapkan seorang petani kakao dewa aji sadiasa. Selain akibat jamur tanaman kakao juga mengalami kerusakan akibat curah hujan yang cukup tinggi hingga mengakibat pertumbuhan buah menjadi tidak baik. Saat ini harga jula kakao di pasaran cukup tinggi mencapai 25 ribu rupiah per kilogram. Namun akibat banyaknya kakao yang rusak petani pun menjual dengan harga rencah yakni 18 ribu rupiah per kilogram. Hingga kini para petani belum menemukan cara efektif untuk melawan penyakit tersebut kecuali dengan beberapa langkah diantarnaya pemangkasan pemangkasan dan menanam tanaman perindang untuk mencegah jamur menyerang tanaman kakao. Suar Eka Buana dewata tv

Berita Bali Terkini – Dewata TV ยป Berita Tabanan, Bali
Berita Terkini

penyakit kakao, penyakit tanaman kakao, penyakit jamur, penyakit petani, penyakit yang menyerang kakao, penyakit tanaman kako, tumbuhan kakao, penanggulangan jamur di kakao, jamur kakao, kakao

Baca juga:

  1. Peternak Ayam Petelur Mengeluh
  2. Pengeropiokan Tikus
  3. Peran Kelompok Tani
  4. Basmi Hama Tikus, Petani Bakar Sawah
  5. Penyakit Bintik Putih Serang Udang Tambak di Pangkep
berita.balihita.com / Petani Kakao Mengeluh Penyakit Jamur




Share |

Tags: , , , , , ,

September 19, 2010
By Global

One Response to “ Petani Kakao Mengeluh Penyakit Jamur ”

  1. Check out my facebook profile on Mei 16, 2011 at 7:22 am

    Hey {this is a|this can be a|it is a} {real|actual} cool {website|web site}…

    Hey I found this website to be actually attention-grabbing! Bookmarked!…

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87906 . 134. 35
OGOH-OGOH ''Wayang Sapuh Leger'' garapan Sekaa Teruna (ST) Dharma Yowana Banjar Anggarkasih, Sanur, Denpasar Selatan ditetapkan sebagai yang terbaik pada lomba ogoh-ogoh serangkaian perayaan Nyepi Caka 1932. Ogoh-ogoh ''Wayang Sapuh Leger'' meraih juara I dalam lomba yang dilaksanakan Pemkot Denpasar itu terungkap setelah tim juri mengumumkannya secara langsung dan terbuka di hadapan 24 peserta nominasi juara dari empat kecamatan di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (19/3) kemarin. Pengumuman pemenang lomba ogoh-ogoh berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si. Bahkan, pada saat juri mengumumkan hasil penilaiannya, perwakilan peserta saling memberikan aplaus ketika disebutkan para juara dari masing-masing kategori. Tidak hanya sebatas saling memberikan aplaus, di antara peserta juga sesekali kelihatan berjabat tangan ketika mengetahui anggota sekaa teruna yang duduk di sampingnya disebutkan oleh tim juri keluar sebagai juara. Keberhasilan ST Dharma Yowana sebagai juara I setelah berhasil mengumpulkan nilai tertinggi 6.335 dari tujuh dewan juri yang memberikan penilaian. Sementara itu, predikat juara II dan III masing-masing direbut oleh ST Yowana Saka Bhuana Banjar Taensiat, Denpasar Utara (nilai 6.325) dan ST Werdi Sesana Banjar Tege, Denpasar Utara (6.250). Sementara juara harapan I hingga harapan III secara berurutan diraih ST Swastika Banjar Pekambingan, ST Banjar Gemeh dan ST Eka Cita Banjar Abian Kapas Kaja. Selain menetapkan juara I hingga harapan III, tim juri juga menetapkan juara pada kategori sebagai partisipan ide terbaik, kreativitas terbaik dan atraksi terbaik masing-masing enam pemenang. Pada kesempatan itu, Sekkot Rai Iswara mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekaa teruna peserta lomba ogoh-ogoh yang telah menjunjung tinggi sportivitas dan toleransi, sehingga pelaksanaan lomba berlangsung lancar, aman dan tertib. Diakuinya, seluruh kreasi ogoh-ogoh yang dilombakan memiliki kualitas yang membanggakan dan secara visual juga sangat artistik. Ditegaskannya, kreativitas yang ditunjukkan generasi muda Denpasar itu merupakan modal yang sangat berharga guna mewujudkan Denpasar menjadi Kota Kreatif Berbasis Budaya Unggulan. ''Terus terang, saya sangat terkesan dengan kreativitas generasi muda Denpasar ini,'' tegasnya. Ketua ST Yowana Saka Bhuana Banjar Taensiat I Ketut Wira Anggara Putra mengungkapkan rasa syukurnya meskipun pada lomba tahun ini pihaknya baru berhasil keluar sebagai juara II. Dia beserta anggotanya menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar terutama ke hadapan Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra yang sudah memberikan ruang dan menjunjung tinggi kreativitas sekaa teruna melalui lomba ogoh-ogoh.
free hit counter