Perluasan Bandara Bali Dipercepat
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mendesak proyek perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali segera dilaksanakan.
“Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat,”tandas Wacik di sela-sela peluncuran buku Ngurah Rai Airport Bali-Gateway to Paradise 1930-2010 di Kuta, Bali, Minggu (28/2) lalu. Dia mengaku sudah menerima laporan soal desain perluasan bandara di antaranya memuat arsitektur bernuansa Bali untuk membedakan dengan bandara lainnya.
“Kawasan bandara juga dikurangi untuk areal komersial seperti pertokoan dan lainnya. Kalau mau belanja, ke Sukawati saja biar belanja langsung kepada rakyat,”imbuh Wacik. Namun,dia mengingatkan agar perluasan bandara harus diimbangi dengan peningkatan layanan lainnya di antaranya imigrasi, taksi, dan toilet.
“Ingat, survei menyebutkan 70% orang turun dari pesawat, tempat pertama yang dicari adalah toilet. Jangan sampai orang yang jauh-jauh terbang dari Eropa, begitu turun di Bandara Ngurah Rai mengeluhkan kotornya toilet,”tandas Wacik. Wacik mengaku optimistis perluasan bandara tersebut akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bali dan destinasi lainnya di Indonesia.
Dalam dua bulan terakhir ini saja kunjungan wisatawan ke Bali sudah naik 3-4% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.“Jika perbaikan dan perluasan bandara sudah dilakukan, saya yakin wisatawan semakin sering datang ke Bali,”ungkapnya. Direktur Angkasa Pura (AP) I Bambang Darwoto mengaku, proyek perluasan bandara masih menunggu rekomendasi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung.
Rekomendasi itu diperlukan sebagai salah satu syarat turunnya izin dari Menteri Perhubungan Freddy Numberi. “Begitu izin turun, kami akan segera melakukan tender, dan sebulan kemudian sudah bisa dimulai pengerjaan fisiknya,”kata dia. Dia mengaku, perluasan bandara meliputi terminal internasional dan domestik serta sejumlah areal lainnya seperti aprondanrunway yang mencapai 120.000 meter persegi (m2) dengan menelan dana Rp1,7 triliun.
“Dengan perluasan itu,Bandara Ngurah Rai akan mampu menampung 20 juta penumpang dari kapasitas yang ada saat ini,hanya 2 juta penumpang.” Bambang menyatakan, perluasan bandara tidak disertai pembebasan lahan warga, tetapi dengan menggusur 170 rumah pegawai AP I. Sedangkan soal infrastruktur pendukung seperti jalan merupakan tanggung jawab Pemprov Bali. “Pemprov Bali harus segera memikirkan masalah infrastruktur jalan. Kalau jalan belum diperbaiki,tentu akan terjadi kemacetan luar biasa.
bandara ngurah rai, bandara ngurah rai Bali, bandara bali, ngurah rai airport, bandara, bandara di indonesia, bandar udara ngurah rai bali, proyek bandara ngurah rai bali, bandara ngurah rai yang baru, airport ngurah raiBaca juga:
- Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Diperluas dengan Konsep Eco-Airport
- AIR FORCE ONE MENDARAT, BANDARA BALI DITUTUP
- Disparbud Pasang Baliho di Bali & Lampung
- Jelang Nyepi, Bali Tetap Berpromosi
- Warga India Bawa 8,9 Kg Ketamine ke Bali

