Pasar Sepeda Lokal Dikuasai Produk Impor
Asosiasi Industri Persepedahan Indonesia (AIPI) menghitung, permintaan sepeda di Indonesia mencapai 5 juta hingga 6 juta per tahun. Hitungan ini sejalan dengan kalkulasi PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon. Meningkatkan permintaan atas sepeda ini, menurut kalangan produsen adalah akibat adanya kesadaran masyarakat terhadap isu global warming.
Sayangnya, pabrikan sepeda di Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar sepeda yang kian menggemuk. “Produsen sepeda dalam negeri baru mengisi 1 juta unit,” kata Prihadi, ketua Umum AIPI, Selasa (22/2).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) maupun AIPI tidak mengantongi data pasti soal jumlah unit produksi sepeda di Indonesia. Namun, menurut Kemenperin, nilai penjualan sepeda di Indonesia mengalami peningkatan sejak 2006 hingga tahun kemarin.
Nilai penjualan sepeda pada tahun 2006 sebesar Rp 15 triliun, melonjak menjadi Rp 20 triliun pada tahun 2008. Belum tersedia angka penjualan 2009. Namun nilai penjualan sepeda semester I tahun 2009 baru Rp 8 triliun, 20% lebih rendah dari penjualan semester I tahun 2008. “Yang jelas, kami berusaha meningkatkan produksi supaya industri ini maju dan berkembang, lagipula industri sepeda di Indonesia tidak jelek kok,” tandas Prihadi.
Peter Mulyadi, Promotion Manager PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon bilang, jenis sepeda yang paling banyak dicari saat ini adalah sepeda lipat, sepeda gunung atau mountain bike (MTB) dan sepeda berukuran 20 inci seperti BMX.
“Industri lokal saat ini baru bisa mengisi ceruk pasar sepeda MTB dan jenis BMX, dan sepeda lipat masih diimpor,” kata Peter. Ia mengklaim, 75% pasar MTB di Indonesia dikuasai oleh produk lokal.
Sementara itu, pemilik toko sepeda One Bike, Antonius Iwan Tenggono, mengatakan, permintaan sepeda lipat dua tahun belakangan cukup tinggi dibandingkan jenis sepeda lainnya. Akibatnya, importir sepeda di Indonesia kesulitan untuk memenuhi pasarnya.
Penyerapan sepeda lipat memang terbilang mini, hanya 100.000 unit saja. Namun, prediksi lain menyebutkan, penjualan sepeda lipat hanya 20.000 unit saja. “Tidak terlalu besar hanya 2% dari total pasar sepeda keseluruhan,” jelas Iwan.
Polygon yang tahun ini akan meningkatkan kapasitas produksinya dari 1.400 unit menjadi 2.800 unit, ikut bermain di ceruk ini dengan mengusung sepeda lipat dari Taiwan. “Kami melayani pasar karena permintaannya seperti kacang goreng,” jelas Peter. Ia berharap, kelak produsen dalam negeri bisa memproduksi sendiri sepeda lipat ini.
importir sepeda, pasar sepeda indonesia, pasar sepeda, sepeda lokal, impor sepeda, sepeda impor, sepeda pasar lontar, pasar sepeda di indonesia, penjualan sepeda di indonesia, Asosiasi Industri Persepedahan Indonesia (AIPI)Baca juga:
- Mau Beli Sepeda? Kredit Saja…
- Garmen Impor Ilegal Ancam Pengusaha Lokal
- Pasar Mobil Indonesia di Bulan Kedua Menguat 5,2 Persen
- Sepeda Baru Polygon Royale Series 2010 – Road Bike dan MTB
- Tips Aman Mencuci Sepeda Gunung

