Kriminal, 3 Siswa SMK Terancam Gagal UN
Tiga siswa sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Purwakarta terancam tidak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) yang digelar serentak Maret 2010 ini. Pasalnya, ketiga siswa tengah menjalani hukuman di Polres Purwakarta karena terlibat tindak pidana kriminalitas.
Kapolres Purwakarta AKBP Hendro Pandowo melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Yuni Setiawan mengungkapkan, pihaknya membuka pintu lebar lebar bagi sekolah yang akan mengirimkan soal UN bagi siswanya yang menjalani proses hukum terkait tindak pidana yang dilakukannya.
Sebelumnya ada 5 siswa kelas III, dua sudah divonis, terlibat penyerangan ke sebuah SMK di Kec, Sukatani, dan pencurian sepeda motor, ujar Putu Setiawan ditemui Pos Kota diruang kerjanya, Kamis (11/3).
Ditempat terpisah, Kepala SMK Bina Kerja, Lukman Hakim, menyatakan, pihaknya tidak akan mengutus guru ke Polres untuk menyerahkan soal UN ke siswa bermasalah, IS, 17, yang terlibat serangkaian tindak kiriminalitas curanmor.
Para guru tidak mau membawa soal UN ke Polres, diduga malu dengan prilaku IS yang mencoreng citra sekolah, kata Lukman Hakim ditemui Pos Kota, Kamis.
Tersangka IS hampir dipastikan tidak dapat mengikuti UN. Terkait persoalan hukum yang membelit siswa bagian otomotif, lanjut Lukman, pihaknya akan memusyawarahkan dengan pengurus yayasan guna membahas masa depan IS.
Sekolah tidak bisa serta merta memecat IS karena ada ketentuan, salah satunya dibahas bersama dengan yayasan. Sebelumnya dibawah pembinaan kesiswaan, tahapan selanjutnya dalam pengawasan guru BP, tuturnya.
Lukman juga mengaku terpukul atas prilaku satu siswanya IS yang dapat mencoreng nama baik sekolah. Sejak kelas 1 sampai kelas 2, IS berprilaku baik baik disekolah. Namun, belakangan bersikap kriminal, kami juga merasa kecolongan, ungkapnya.
Kabid Dikmen Disdikpora Purwakarta, Jaenurizal meminta pengelola SMK lebih memaksimalkan peran guru kesiswaan dan BP dalam membentuk siswa agar berprilaku tidak menyimpang yang dapat mencoreng wajah pendidikan di Purwakarta.
Kemungkinan ada yang tidak berjalan maksimal dalam mengawasi dan membina anak didik sehingga berprilaku menyimpang. “Kami telah berkirim surat ke lembaga pendidikan SMK agar lebih memaksimalkan peran guru kesiswaan dan BP untuk membentuk moralitas siswa supaya baik,” tegas Jaenurizal. dadan/ir/Pos Kota
kliping kriminal, KLIPING KASUS PIDANA, Cerita seks smk, kliping kriminalitas, berita bali post berita mesum di tabanan, berita purwakarta terkini, kriminalitas pelajar, pos kerja smk purwakarta november 2010, siswa smk bp, kriminalitas beserta pasalnyaBaca juga:
- Ribuan Siswa di Nusa Tenggara Timur Tak Siap Ujian Nasional
- Orangtua Empat Siswa SMA 4 Tanjungpinang Cemas
- Besok, 3.162 Siswa SMP/MTs Tanjungbalai Ikuti UN
- DB Gagalkan UN Tiga Siswa di Gresik, Jawa Timur
- Waspada Kriminal

