Home » Ekonomi » Jika Demo Rusuh, Pasar Akan Bergejolak

Jika Demo Rusuh, Pasar Akan Bergejolak

demoVIVAnews – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kemungkinan bakal ditanggapi dingin oleh pelaku pasar modal.

“Semua sudah diperkirakan, karena masyarakat umumnya sudah tahu akan adanya aksi tersebut,” ujar Kepala Riset PT Recapital Securities, Poltak Hotradero dalam Media Briefing Economic Outlook 2010 di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

Menurut Poltak, informasi aksi demonstrasi yang diumumkan sejak lama biasanya sudah ditanggapi masyarakat dengan melakukan langkah antisipasi.

Kendati demikian, dirinya tetap mewaspadai kemungkinan aksi demontrasi esok hari yang bakal menimbulkan gejolak pada pasar modal. Pengaruh terutama muncul jika aksi damai berubah menjadi rusuh bahkan sampai meimbulkan korban jiwa.

“Kalau aksi berlangsung di luar perkiraan biasanya pasar akan langsung bereaksi,” kata dia.

rusuh, DEMONSTRASI RUSUH, demo rusuh, demonstrasi rusuh foto, foto rusuh, demo besar besaran di jakarta, demonstrasi agama di jakarta, gambar demonstrasi rusuh, demonstrasi di indonesia, poltak hotradero

Baca juga:

  1. Konser The Changcuters Rusuh
  2. Dua Demonstrasi Akan Digelar di Jakarta Selatan
  3. Kawal Paripurna, Kelompok Cipayung Plus akan Duduki Gedung DPR
  4. Toyota Kendurkan Target Penetrasi Pasar Indonesia
  5. Valbury Siap Masuk Pasar Underwriter
berita.balihita.com / Jika Demo Rusuh, Pasar Akan Bergejolak




Share |

Tags: , ,

Januari 27, 2010
By berita terkini

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87897 . 105. 33
Kesenian pada masyarakat Bali merupakan satu kompleks unsur yang tampak amat digemari oleh warga masyarakatnya, sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan masyarakat Bali. Atas dasar fungsinya yang demikian, kesenian merupakan satu fokus kebudayaan Bali. Daerah Bali sangat kaya dalam bidang kesenian. Seluruh cabang kesenian tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali yang meliputi seni rupa, seni pertunjukan dan seni sastra. Seni rupa mencakup satu cabang kesenian yang terdiri dari seni pahat, seni lukis dan seni hias. Seni pahat pada masyarakat Bali telah mengalami suatu perkembangan yang panjang, yaitu (1) patung-patung yang bercorak megalitik yang berasal dari jaman pra Hindu dan dipandang sebagai penghubung manusia dengan nenek moyang dan kekuatan alam; (2) arca dewa-dewa, sebagai media manusia dengan dewa-dewa dan jenis ini merupakan pengaruh Hindu Budha; (3) patung bertemakan tokoh-tokoh dari ceritera Ramayana dan Mahabrata; (4) bentuk-bentuk relief yang dipahatkan pada tembok pintu rumah dan tiang rumah; (5) patung-patung naturalis. Begitu pula halnya seni lukis, juga telah mengalami perjalanan yang panjang. Di mulai dari lukisan-lukisan yang bersifat simbolis magis seperti rerajahan lukisan-lukisan religius, seperti lukisan pada parba, langit-langit dan ider-ider sampai kepada lukisan-lukisan naturalis. Seni tradisional menurut fungsinya digolongkan atas tiga jenis : (1) tari wali (tarian sakral), yaitu tari keagamaan yang keramat; (2) tari bebali, yaitu tari pengiring upacara, (3) tari balih-balihan yaitu tari-tari yang berfungsi sebagai hiburan. Jenis tari sakral dimaksud adalah (a) tari sanghyang dedari; (b) tari rejang sutri; (c) tari pendet; (d) tari baris gede, tumbak, baris jangkang, baris palung, pusi, sraman, tekok jago; (e) topeng pajangan; (f) wayang lumah, wayang sudhamala; (g) tari abuang; (h) tari bruntuk; (i) tari daka malon; (j) tari ngayap; (k) tari kincang kincung; (l) alat pakaian/gandar yang oleh masyarakat setempat disakralkan. Seni sastra merupakan warisan budaya yang luhur dan merupakan referensi serta sumber dari bentuk seni lainnya. Sejak jaman dulu masyarakat Bali telah mengenal tulisan atau aksara Bali. Keseluruhan seni sastra Bali mencakup lima jaman yaitu : kesusastraan Bali Purba, Bali Hindu, Bali Jawa, Bali Baru dan Bali Modern.
free hit counter