Home » Pariwisata » Jembatan Tukad Bangkung : Tertinggi di Asia?

Jembatan Tukad Bangkung : Tertinggi di Asia?

Mau tau jembatan yang konon katanya adalah tertinggi di Asia? Jembatan ini adanya di desa Belok  Sidan, dekat Pelaga. Namanya jembatan Tukad Bangkung. Kalau di Bali, Tukad itu artinya sungai, Bangkung artinya babi betina yang sudah tua dan melahirkan. Apa hubungannya ya?

Jembatan Tukad Bangkung mempunyai panjang 360 meter, lebar 9,6 meter, dengan pilar tertinggi mencapai 71,14 meter, dan pondasi pilar 41 meter di bawah tanah. Jembatan itu berteknologi balanced cantilever, dengan estimasi usia pakai selama 100 tahun. Dengan alasan supaya tidak mengurangi pemandangan di sekitarnya, jembatan itu tidak dibangun dengan atap di atasnya. Konstruksi jembatan itu diperkirakan tahan terhadap gempa hingga 7 skala Richter. Jembatan itu menggantikan jembatan lama yang letaknya berada 500 meter di arah selatan Jembatan Tukad Bangkung.

jembatan-tukad-bangkung

Diperlukan dana Rp 49 miliar lebih untuk membangun jembatan itu. Dana itu berasal murni dari APBD Provinsi Bali, dengan sistem multiyears sejak tahun 2001 lalu. Pembangunan jembatan itu sekaligus memangkas jarak di jembatan lama sepanjang 6 kilometer.

Di sekeiling jembatan ini akan tampak pemandangan hijau yang menyegarkan, maklum ini adalah wilayah pedesaan.
jembatan-tukad-bangkung2

Jembatan ini juga menghubungkan kita dengan Kintamani.

konstruksi jembatan, gambar gunung tertinggi di dunia, MANUSIYA TERPENDEK, gunung tertinggi di dunia, gunung tertinggi di asia, manusiya tertingi, pelaksanaan konstruksi jembatan, pembangunan jembatan nasional, orang terpendek sedunia, manusiya tertingi di dunia

Baca juga:

  1. Manusia Tertinggi dan Terpendek di Dunia Bertemu
  2. Oh Eun-sun Akan Jadi Perempuan Penakluk 14 Gunung Tertinggi Dunia
  3. Dua Pelajar Bali Raih Nilai UN Tertinggi
  4. Ubud Sabet Gelar Kota Terbaik di Asia
  5. Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
berita.balihita.com / Jembatan Tukad Bangkung : Tertinggi di Asia?




Share |

Tags: , , , , ,

Maret 5, 2010
By berita terkini

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
27068 . 180. 35
Ada yang terlihat unik dalam serangkaian upacara piodalan di pura banjar jaga satru Kediri Tabanan pada Rabu malam. Para penabuh gamelan yang mengiringi upacara tersebut merupakan anak-anak dengan usia berkisar enam hingga dua belas tahun. Dalam upacara piodalan pura biasanya masyarakat menggunakan sekaa gong orang dewasa untuk mengiringi upacara. Namun berbeda dengan piodalan di pura banjar jaga satru Kediri Tabanan. Dalam serangkaian piodalan pura tersebut tampil pula sekaa gong anak-anak yang tergabung dalam sekaa gong anak Wiraja kencana. Sebelum tampil penabuh kecil yang berusia enam hingga dua belas tahun ini sudah berlatih sejak dua bulan yang lalu. Sekaa gong anak Wiraja kencana yang beranggotakan tiga puluh lima anak ini sudah mampu memainkan hingga lima gending tabuh. Menurut bendesa adat Kediri i gusti ngurah panji wisnu sekaa gong anak -anak ini dibentuk untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya Bali yang patut di lestarikan. Sementara salah seorang penabuh bayu mengaku bangga sekaligus merasa senang karena dapat ikut serta dalam melestarikan seni dan budaya Bali khususnya seni tabuh. Dengan terbentuknya sekaa gong Wiraja kencana ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kreatifitas anak sekaligus melestarikan seni dan kebudayaan Bali. Suar Eka Buana dewata tv.  Dewata TV » Berita Tabanan, Bali Ada yang terlihat unik dalam serangkaian upacara piodalan di pura banjar jaga satru Kediri Tabanan pada Rabu malam. Para penabuh gamelan yang mengiringi upacara tersebut merupakan anak-anak dengan usia berkisar enam hingga dua belas tahun. Dalam upacara piodalan pura biasanya masyarakat menggunakan sekaa gong orang dewasa untuk mengiringi upacara. Namun berbeda dengan piodalan di pura banjar jaga satru Kediri Tabanan. Dalam serangkaian piodalan pura tersebut tampil pula sekaa gong anak-anak yang tergabung dalam sekaa gong anak Wiraja kencana. Sebelum tampil penabuh kecil yang berusia enam hingga dua belas tahun ini sudah berlatih sejak dua bulan yang lalu. Sekaa gong anak Wiraja kencana yang beranggotakan tiga puluh lima anak ini sudah mampu memainkan hingga lima gending tabuh. Menurut bendesa adat Kediri i gusti ngurah panji wisnu sekaa gong anak -anak ini dibentuk untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya Bali yang patut di lestarikan. Sementara salah seorang penabuh bayu mengaku bangga sekaligus merasa senang karena dapat ikut serta dalam melestarikan seni dan budaya Bali khususnya seni tabuh. Dengan terbentuknya sekaa gong Wiraja kencana ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kreatifitas anak sekaligus melestarikan seni dan kebudayaan Bali. Suar Eka Buana dewata tv. Related posts: Parade Gong Kebyar Anak-Anak Parade Gong Kebyar Anak-Anak Piodalan Di Pura Prajapati Hyang Aluh Besakih Tari Klasik Parade Gong Kebyar Wanita Powered by WizardRSS | Full Text RSS Feeds View full post on Berita Bali Terkini - Dewata TV » Berita Tabanan, Bali
free hit counter