Home » Daerah » Bali » Jelang Nyepi, Harga Sembako di Bali Naik 100 Persen

Jelang Nyepi, Harga Sembako di Bali Naik 100 Persen

Jelang ,Nyepi, Harga ,Sembako ,Bali ,Naik ,100 ,Persen

Harga sembako di seluruh Bali naik 100% menjelang Hari Raya Nyepi. Lonjakan harga juga terjadi terhadap kebutuhan upacara hingga bumbu dapur.

Gula misalnya, harga normal berkisar antara Rp4.000 hingga Rp5.000  per kilo, naik hingga Rp8.000-Rp9.000 per kilo. Minyak goreng yang sebelumnya Rp7.000 per kilo naik menjadi Rp14.000 per kilo.

“Kita sengaja menaikkan harga karena jumlah pembelinya sangat banyak sedangkan stoknya tinggal sedikit,” ujar Wayan Nuriata, pedagang Pasar Sanglah, Minggu (14/3).

Menurutnya, rata-rata barang naik harganya dan sama sekali tidak ada operasi pasar dari pihak berwajib. Bila barang kebutuhan pokok dijual dengan harga normal maka yang membelinya bukan masyarakat umum tetapi antara pedagang sendiri, karena rata-rata barang tersebut akan habis

dijual.

“Permintaan meningkat pada saat hari raya keagamaan, stok menipis karena kegagalan panen, bencana alam atau distribusi yang tidak lancar sama-sama memberikan pengaruh pada harga bahan pangan,” ungkap pengelola usaha bahan pangan Pasar Badung, Gede Wijaya.

Berdasarkan pantauan data lapangan di beberapa pasar di Kota Denpasar dan sekitarnya, seperti Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Pasar Sanglah, Pasar Katrangan, Pasar Renon Denpasar, seluruh harga sembako mengalami kenaikan sejak H-3 jelang Hari Raya Nyepi.

Salah satu konsumen Luh Haryani mengatakan meskipun harga bahan pangan mengalami kenaikan, tetapi tidak ada alasan untuk tidak beli karena saat Nyepi orang tidak bisa keluar rumah. “Dari pada mengalami kekurangan stok makanan, mending beli saja biar mahal,” ujarnya.

sembako, daftar harga sembako di bali, Harga Sembako, daftar harga sembako denpasar, berita harga sembako, harga sembako di bali, daftar harga sembako hari ini, harga sembako hari ini di bali, gambar harga sembako naik, harga sembako hari ini

Baca juga:

  1. Jelang Galungan, Harga-harga di Bali Kok Melonjak Ya
  2. Jelang Nyepi, Penumpang KA Tujuan Bali Meningkat
  3. Jumlah Turis Cina ke Bali Naik 56,9 Persen
  4. Jelang Nyepi, Bali Tetap Berpromosi
  5. Turis Asing ke Bali Naik Hingga 178 Ribu Orang
berita.balihita.com / Jelang Nyepi, Harga Sembako di Bali Naik 100 Persen




Share |

Tags: , , , , , , , , ,

Maret 14, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87896 . 103. 33
Prediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang yang keluar Bali menjelang hari raya Nyepi terbukti. Sebagian besar mereka adalah warga asal Jawa yang menetap dan bekerja di Bali. Sementara itu, aktivitas penyeberangan keluar Bali akan ditutup pada 05.30 wita Selasa (16/3) nanti. Sedangkan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ditutup lebih awal yakni pukul 00.00 wita. Minggu (14/3) pagi kemarin, ribuan kendaraan bermotor nampak antre memadati loket penjulan tiket Pelabuhan Gilimanuk. Tak sedikit juga penumpang pejalan kaki yang naik bus. Membludaknya penumpang yang didominasi penduduk pendatang ini sudah mulai nampak sejak Sabtu (13/3) malam lalu. Sejumlah pengendara motor itu mengaku sengaja pulang ke tempat asal karena selain libur cukup panjang juga tidak ingin terjebak Nyepi. Saat itu memang Pulau Bali dikondisikan lumpuh dari segala aktivitas. Bahkan di antaranya sudah menjadikan hal ini tradisi saat Nyepi pulang ke kampungnya karena libur panjang. Setiap Nyepi kami sekeluarga pulang ke Jember. Saya belum pernah merasakan Nyepi di sini, ujar Salim yang sudah lima tahun menetap di Denpasar. Sejak pagi, antrean di depan loket pelabuhan sudah terlihat. Pasalnya loket yang melayani sepeda motor hanya satu, sementara setiap satu menit rombongan kendaraan bermotor datang. Sehingga terjadi tumpukan antrean saat masuk loket. Namun ketika sudah memasuki areal pelabuhan, mereka bisa masuk kapal. Mereka sengaja menyeberang kemarin karena takut akan terjebak lantaran pada Selasa nanti pelabuhan akan ditutup. Seperti di sejumlah pelabuhan dan bandara, akses masuk Pulau Bali akan ditutup selama satu hari. Di Pelabuhan Gilimanuk sendiri aktivitas penyeberangan keluar Bali akan ditutup pada 05.30 wita Selasa (16/3) nanti. Sedangkan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ditutup lebih awal yakni pukul 00.00 wita. Hal ini berdasarkan kesepakatan dan koordinasi dari sejumlah instansi untuk menghormati masyarakat Bali melaksanakan Catur Brata Panyepian. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban membenarkan terjadi penambahan jumlah penumpang. Bahkan pada hari Minggu kemarin diperkirakan meningkat hingga 300 persen. sudah ada sekitar lima ribu motor yang menyebrang. paparnya. Diprediksi lonjakan penumpang akan terus berlanjut hingga Senin (15/3) hari ini. Sementara untuk penutupan penyeberangan ke Bali dari Ketapang sengaja dilakukan pada pukul 00.00 untuk memberi waktu bagi kendaraan dengan tujuan Denpasar maupun pelabuhan Padangbai bisa sampai di tujuan. Setelah pelabuhan ditutup, kapal-kapal akan bersandar di Ketapang. Terakhir sebelum jam 05.30, kita siagakan dua kapal. Satu KMP dan satu kapal barang, lanjut dia. Penyeberangan akan mulai dibuka kembali Rabu pukul 05.00. Namun kapal akan mengapung di tengah Selat Bali menunggu pelabuhan buka pukul 06.00 wita. Kapal baru boleh bersandar di Gilimanuk setelah ada tanda pelabuhan dibuka, tandasnya.
free hit counter