Home » Techno » Penemuan » Ilmuwan Temukan Buaya Bertanduk Mengerikan

Ilmuwan Temukan Buaya Bertanduk Mengerikan

Ilmuwan Temukan Buaya Bertanduk Mengerikan

Jakarta – Ilmuwan menemukan fosil buaya kuno. Binatang yang memiliki tanduk itu menjadi predator terbesar dan memangsa nenek moyang manusia di Afrika di zamannya.

Ilmuwan menemukan tulang anggota keluarga moyang manusia yang menggunakan gigi buaya itu sebagai senjata, yang memiliki nama ilmiah Crocodylus anthropophagus yang berarti buaya pemakan manusia.

Predator itu hidup 1,84 juta tahun lalu memiliki moncong yang terlihat lebih tegap daripada buaya modern. Buaya kuno tersebut juga punya tanduk segitiga yang terkenal.

“Mereka memiliki penglihatan dari samping proyeksi di belakang mata,” ujar Christopher Brochu, seorang paleontologis vertebrata dari Universitas Iowa.

“Jika dilihat dari depan, maka akan tampak seperti gundukan proyektil menghadap ke atas.”

Spesies lainnya dari jenis buaya yang memiliki tanduk yang hampir sama adalah buaya Kuba dan buaya Siamese. “Jantan menggunakan tanduk tersebut dalam musim kawin untuk menunjukkan diri,” jelas Brochu.

“Sementara dengan merendam kepalanya di depan menunjukkan kekuatan menonjol tanduk mereka kepada para betina.”

Ilmuwan menemukan sebuah bagian dari tengkorak dan tulang buaya di Olduvai Gorge di lembah Serengiti Tanzania pada tahun 2007.

Riset sebelumnya berhasil menunjukkan berbagai fosil spesies manusia yang punah dan perkakas yang digunakan, menguatkan argumen bahwa keturunan manusia berasal dari Afrika.

“Saya tidak bisa menjamin apakah buaya tersebut membunuh manusia tetapi yang pasti mereka menggigit manusia,” ujar Brochu.

“Nenek moyang manusia harus berhati-hati jika dekat dengan air, karena sumber air di Olduvai Gorge pernah menjadi tempat yang sangat berbahaya.”

Buaya memang telah lama menjadi predator manusia. Buaya yang berukuran sangat besar berpotensi mengkonsumsi nenek moyang manusia secara utuh, tanpa meninggalkan sisa sedikit pun.

“Mungkin saja sebesar buaya sungai Nil modern, salah satu buaya hidup terbesar yang pernah ada dan berukuran 18 hingga 20 kaki,” tandas Brochu.

“Manusia purba ukuran lebih kecil daripada manusia modern, jadi buaya tersebut secara relatif terlihat lebih besar.”

Reputasi Buaya untuk menjadi fosil dan tidak akan berubah seiring dengan berjalannya waktu ternyata salah.

“Jika meneliti kembali ke 10 atau 15 juta tahun lalu, maka ada lebih banyak spesies buaya yang pernah hidup dan asumsi umum bahwa ketika memasuki periode Quatenary, zaman es, keanekaragaman buaya menurun drastis. Fosil tersebut hanya bertahan selama periode Quaternary, jadi harapan diversifikasi buaya yang tersisa lebih tinggi daripada kenyataan yang ada,” ujar Brochu.[

berita mengerikan, berita mengerikan terbaru, berita yang mengerikan, penemuan mengerikan, MENGERIKAN, buaya terlihat, gambar - gambar mengerikan, nama ilmiah buaya, nenek moyang manusia, gambar mengerikan

Baca juga:

  1. Kosmoceratop Dinosaurus Bertanduk 15
  2. Towjatuwa dan Buaya Sakti
  3. Ditemukan, Fosil Spesies Baru Dinosaurus
  4. Gambar tengkorak kepala manusia purba
  5. Manusia Purba Sudah Lama di Flores
berita.balihita.com / Ilmuwan Temukan Buaya Bertanduk Mengerikan




Share |

Tags: , , , , ,

Pebruari 25, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87896 . 97. 35
Menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Bali, Pangkalan TNI AL Benoa, Denpasar, mulai melakukan persiapan pengamanan di wilayah teritorialnya. Salah satu bentuk keseriusan pengamanan di wilayah laut ini, Lanal Benoa akan mendatangkan tujuh kapal perang dari Lantamal V Surabaya. "Wilayah perairan Bali masih sangat rawan sebagai pintu masuk para teroris dan berbagai kejahatan lainnya," ujar Brigjend Marinir Halim A Hermanto, Komandan Lantamal V Surabaya, seusai memimpin serah terima jabatan Danlanal Denpasar. "Kami akan memperketat pengamanan di pelabuhan-pelabuhan kecil sekitar wilayah Bali," kata Kolonel Laut Pelaut Wayan Suarjaya, Danlanal Benoa, Denpasar, yang baru saja dilantik menggantikan Kolonel Laut Pelaut Ketut Aria Budana. Terkait kedatangan Obama, TNI AL sudah mengerahkan ratusan personel untuk mengawal perairan Bali dan didukung tujuh kapal tempur Surabaya. Rencananya, kapal-kapal ini akan berada di Bali seminggu sebelum kedatangan Obama.
free hit counter