Home » Gaya Hidup » Automotive » Honda Jazz “Catchy” JDM

Honda Jazz “Catchy” JDM

Honda, Jazz, Catchy, JDM

Umumnya orang beli mobil untuk mobilitas sehari-hari. Beda sama James, All New Honda Jazz RS 2009 yang dia beli justru buat display calon bengkel body kit dan sound system yang akan dibangun pertengahan tahun ini. Makanya, aliran modifikasinya tidak ekstrem, tetapi lebih pada elagan.

Yang menarik dari ubahan ini, fender depan di kiri dan kanannya bermotif kevlar, meski hanya berupa lapisan. Sementara itu, fender asli masih menempel di bodi.

Di sini, pemodifikasi membuktikan kalau dia punya pemahaman soal JDM atau Japanese domestic market. Walau belum memenuhi ekspektasi fungsi dari sebuah fender berbahan kevlar.

Melongok interior, area itu sudah bergaya racing look. Di sana terpasang roll bar 4 titik. Menariknya, batangan besi dikrom, meski las-las sambungan masih tampak. Tampilan itu sengaja dipertahankan sebagai ciri detail mobil balap. Titik-titik konstruksinya tidak sembarangan, meski sebenarnya hanya untuk gaya.

Kemudian, sepasang jok pun bergaya racing, dari merek Bride Cuga. James memburunya sampai ke Malaysia dan harus merogoh kocek Rp 22 juta, belum termasuk rel. Negeri jiran dipilih karena di Singapura, produk ini lebih mahal Rp 3 juta lebih.

Secara keseluruhan, tampilannya cukup serius dan catchy. Mungkin, akan lebih sempurna dan sesuai dengan karakter modifikasinya yang agak beraliran racing look jika mesin dan kaki-kaki diberi komponen kompetisi. (Fatsi)

honda jazz modifikasi, jazz rs modifikasi, modifikasi honda jazz, honda jazz rs modifikasi, modifikasi honda jazz RS, honda jazz rs, jazz jdm, all new jazz modifikasi, honda jazz rs modification, modifikasi all new jazz

Baca juga:

  1. Honda Jazz di Seluruh Dunia Akan Ditarik
  2. Honda BeAT untuk Menjelajah Alam
  3. Honda Tak Ganti Komponen Power Window
  4. Cacat Produksi, Honda Tarik 646.000 Mobil
  5. Honda Tiger “Robofighter Style” dari Dumai
berita.balihita.com / Honda Jazz “Catchy” JDM




Share |

Tags: , , , , , , , , ,

Pebruari 1, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87895 . 95. 32
Pemerintah Provinsi Bali bertekad melestarikan keberadaan lembaga-lembaga tradisional sebagai ujung tombak pengembangan kebudayaan daerah, yang merupakan upaya memberikan andil untuk memperkuat kebudayaan nasional. "Lembaga tradisional yang diharapkan tetap eksis itu antara lain Desa Pekraman (desa adat), subak, organisasi pengairan bidang pertanian dan `sekaa-sekaa` (perkumpulan) dalam kehidupan masyarakat Bali," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu (21/3). Ia mengemukakan, pengembangannya kebudayaan daerah menitikberatkan upaya pelestarian sesuai jati diri serta meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga tradisional dalam mengembangkan seni dan budaya. Selain itu, mendorong pengembangan naskah-naskah Budaya Bali, pengelolaan kekayaan budaya, keragaman budaya serta pemberdayaan kesenian daerah. Ketut Teneng menjelaskan, pengembangan nilai budaya dengan program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan yang digelar secara berkesinambungan setiap tahun. Dalam kegiatan tersebut, mengandung unsur pembinaan dan mengembangkan seni budaya yang dilakukan lewat kegiatan lomba desa pekraman, lomba pembacaan ayat-ayat suci keagamaan umat Hindu (Utsawa Dharmagita). Pemprov Bali dalam menyukseskan berbagai program menyangkut pengembangan kebudayaan daerah tersebut, dalam tahun 2010 mengalokasikan dana sebesar Rp3,6 miliar. Dana tersebut termasuk bantuan kepada "sekaa-sekaa" kesenian di delapan kabupaten dan satu kota di Bali yang ikut memeriahkan Pesta Kesenian Bali yang akan digelar bulan Juni-Juli 2010. Selain itu, menyediakan bantuan sosial untuk 1.453 desa pekraman se-Bali sebesar Rp80,90 miliar dan bantuan subak Rp46,9 miliar. "Serta bantuan keuangan kabupaten untuk tunjangan penghasilan bendesa adat sebesar Rp2,6 miliar," papar Ketut Teneng.
free hit counter