Harimau Kaki Cacat Mangsa Manusia
“Harimau itu sepertinya sudah cukup lama cacat di kaki belakang bagian kanannya akibat terkena jerat, dan itu membuatnya sulit untuk berburu di hutan sehingga akhirnya menerkam manusia dan ternak warga,” kata Pembina Yayasan Pelestarian Harimau Sumatera (YPHS), Bastoni, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Sabtu.
Bastoni mengatakan hal itu terkait konflik seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) dan manusia di Desa Tanjung Leban yang berlokasi di kawasan penyangga Cagar Biosfer Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Akhirnya, harimau yang diperkirakan berumur 4-5 tahun itu mati setelah ditangkap dan dimasukan dalam kerangkeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pada Jumat (1/10) lalu.
Bastoni yang mengaku berada di lokasi penangkapan mengatakan, harimau itu pincang akibat terkena jerat kawat baja di kaki kanan belakangnya.
Ia mengatakan kemungkinan besar jerat itu dipasang warga dan luka di kaki harimau diperkirakan telah ada sejak satu hingga dua bulan lalu.
Selama proses otopsi, kaki harimau terlihat cacat karena empat kukunya telah hilang dan tinggal menyisakan tulang telapak saja. Sedangkan, panjang keseluruhan dari kepala hingga ekor harimau mencapai 225 centimeter.
Dengan cacat permanen itu, Bastoni mengatakan harimau menjadi kesulitan untuk berlari dan melompat mengejar hewan buruan di hutan. Akibatnya, satwa predator itu terpaksa berkeliaran di sekitar desa dan menerkam manusia hingga ternak sebagai memangsa.
“Cacat harimau di kaki belakang membuatnya tak bisa memburu mangsa di hutan karena fungsi kaki belakang adalah untuk berlari dan melompat. Sedangkan, kaki depannya berfungsi untuk menerkam,” ujar Bastoni.
Secara terpisah, Humas WWF Riau Syamsidar mengatakan instansi terkait seperti BBKSDA harus segera mensosialisasikan penggunaan jerat hewan yang aman kepada warga agar tak lagi mencederai satwa liar yang dilindungi.
“Untuk daerah yang ada konflik (harimau) dengan manusia, BBKSDA harus segera mensosialisasikan penggunaan jerat yang aman, seperti larangan pemasangan jerat sling baja,” ujarnya.
(T.F012/I006/P003)
ANTARA – Lingkungan
Berita Terkini
Baca juga:
- Harimau Mati dalam Perangkap Setelah Terkam Warga
- Harimau Sumatera Tinggal 300 Ekor
- Harimau Sumatera di Ambang Kepunahan
- Harimau Masih Bermunculan di Bukit Batu
- Sapi Berkepala Manusia Ini Hanya Mau Makanan Manusia


According to my own analysis, millions of people in the world get the home loans at good creditors. Thence, there is a good chance to find a term loan in every country.
broyhill furniture…
[...]we like to honor other sites on the web, even if they aren’t related to us, by linking to them. Below are some sites worth checking out[...]…
Hey {this is a|this can be a|it is a} {real|actual} cool {website|web site}…
Hey I found this web site to be actually attention-grabbing! Bookmarked!…
Another Title…
I attempted to submit a remark earlier, however it hasn’t shown up. I believe the spam filter may be broken….
{Great|Interesting} Site…
Notice :…
Great Site…
[...]check this out as this contains important information about[...]……
credit debt…
[...]just below, are some totally unrelated sites to ours, however, they are definitely worth checking out[...]…