Home » Lainnya » Kriminalitas » Gunakan Kunci Duplikat, Pembobolan Lab FT Untan

Gunakan Kunci Duplikat, Pembobolan Lab FT Untan

PONTIANAK – Hingga kini polisi masih mengusut pembobolan ruang belajar Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) Universitas Tanjungpura (Untan), Minggu (7/1) hingga Senin (8/1). Indikasi dilakukan dengan melibatkan orang dalam semakin kuat. “Pasti pintu dibuka dengan kunci, karena tidak ada yang rusak. Paling tidak menggunakan kunci duplikat atau pintu memang tidak dikunci,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Pontianak Selatan Ajun Komisaris Polisi Ahmad Firdaus, kemarin.

Sejak dilaporkan hingga kemarin, secara maraton polisi memeriksa intensif tiga orang yang memegang kunci prodi teknik informatika. Yakni, Suryani, Siswanto, dan Ashari. Selain itu, saksi-saksi lain juga dimintai keterangannya. “Kunci dibawa mereka pulang. Kita belum berani memastikan siapa pelakunya?” tutur Ahmad.Walau tidak memastikan pelakunya, Ahmad mengisyaratkan ada keterlibatan orang dalam. Baik mengambil langsung atau bekerjasama dengan orang lain. Karena dengan jumlah 34 monitor layar datar, dua CPU, dan dua infokus, bukan pekerjaan mudah mengangkutnya. “Dari keterangan Ashari, Minggu (7/2) sore, dia melihat komputer masih utuh. Saat itu, dia ada ke prodi informatika,” terangnya.

Pembantu Dekan II FT Untan Kartini mengatakan bahwa komputer yang hilang dibeli pada Februari 2009, menggunakan dana penerimaan negara bukan pajak. “Pas setahun umurnya. Belinya pakai PNBP, termasuk SPP mahasiswa,” katanya. Kehilangan kelengkapan perkuliahan ini tidak mengganggu aktivitas lembaga pendidikan tersebut. Pasalnya, sekarang mahasiswa tengah libur semeter, baru mulai kuliah lagi 15 Februari nanti. “Sekarang libur, jadi tidak terlalu menghambat proses perkuliahan,” tuturnya. Hanya saja non reguler tengah menjalani ujian semester sejak 8 hingga 15 Februari ini. Pihak fakultas menyiasatinya menggunakan komputer yang tersisa. “Komputer terdapat pada tiga kelas. Dua kelas yang hilang, satu lagi utuh karena bentuk layarnya tabung bukan layar datar. Sementara gunakan yang ada, kalau kurang kita minta mahasiswa bawa laptop,” papar Kartini.

Hal ini sudah disampaikan ke Rektor Untan melalui dekan. Tapi fakultas teknik belum menggelar rapat resmi membahasnya. Pihaknya, lanjut Kartini, menunggu keterangan resmi dari polisi. Dikatakannya, dalam semalam, fakultas teknik, dijaga tiga orang. Dua orang menjaga fakultas S-1 sedangkan satu lagi menjaga S-2. “Kita tidak berani berasumsi siapa pelakunya, semuanya diserahkan kepada polisi,” tegasnya. (hen)

ft untan, Informatika untan, informatika untan pontianak hilang, pembobolan budaya indonesia, s2 ft untan, teknik informatika reguler b untan

Baca juga:

  1. Untan Turunkan 472 Dosen Awasi Ujian Nasional
  2. Polisi Umumkan Pelaku Pembobolan Dana Nasabah
  3. 6 Keterampilan Sebagai Kunci Sukses
  4. Prancis Larang Gunakan Internet Explorer
  5. Interbat Gunakan Solusi SAP Business All-in-One
berita.balihita.com / Gunakan Kunci Duplikat, Pembobolan Lab FT Untan




Share |

Tags: , , , , , ,

Pebruari 10, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
31552 . 704. 312
Dua Remaja Pegayaman Dihajar Massa Beritabali.com, Sukasada, Dua remaja dari Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Buleleng dihajar massa hingga babak belur setelah kepergok menyatroni rumah seorang polisi di Dusun Praba Pura Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada, sedangkan dua remaja yang juga dari Desa Pegayaman berhasil melarikan diri dari kepungan massa. Peristiwa yang mengejutkan Warga Desa Padangbulia, rabu (30/6) dinihari itu berawal dari pemilik rumah I Nyoman Maruta mencurigai dua orang mengendap-ngendap setelah meloncat dari pagar tembok pekarangan, tanpa membuang waktu, pemilik rumah yang keseharian bertugas di Unit Lalu Lintas Polsektif Sukasada berteriak maling hingga membangun warga, kontan massa mengepung para pelaku yang ternyata berjumlah empat orang. “ seminggu lalu juga ada yang masuk ke pekarangan saya, namun gagal menangkap, sehingga warga begadang dan bersembunyi untuk menjebak para pelaku ini, kebetulan saja saya belum tidur dan melihat gerak-gerik mereka, saat loncat pagar dan masuk ke pekarangan rumah saya,” ujar Maruta. Kedua orang yang kemudian diketahui bernama Kosim dan Isti berhasil kabur melarikan diri, sedangkan Wahdi Ilham (18) dan Ka’bul Akbar (20) dari Dusun Kubu Desa Pegayaman yang menunggu di jalan mencoba melarikan diri mengunakan sepeda motor,” dua orang yang menunggu dengan motor berupaya kabur, namun kita kejar hingga yang satu menabrak leneng dan satu berhasil kita kejar mengunakan sepeda motor,” cerita Maruta. Wahdi Ilham yang kabur mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol P 3149 YT ditangkap massa setelah masuk kedalam parit, pukulan membabibutapun tidak bisa dihindari hingga babak belur, demikian juga yang dialami Ka’bul Akbar yang mengendarai sepeda motor Jupiter Nopol DK 7645 BE, bahkan kedua sepeda motornya juga hancur dirusak massa. Kedua remaja dari Desa Pegayaman, satu diantaranya bekerja sebagai Tata Usaha di SD Negeri 2 Pegayaman masih diamankan di Mapolsektif Sukasada bersama dua sepeda motor nopol P 3149 YT dan DK 7645 BE, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua tabung gas LPG 3 Kilogram yang ditinggalkan pelaku, sementara dua pelaku yang kabur Kosim dan Isti masih dalam pengejaran polisi. (sas)
free hit counter