Home » Gaya Hidup » Tips dan Trik » Elemen untuk Taman

Elemen untuk Taman

Elemen, untuk, Taman

Rumah masa kini umumnya memiliki lahan sempit. Taman mungil Anda harus terlihat menarik tapi tidak boleh berkesan penuh. Siasati dengan memilih tanaman dan elemen penghias yang tepat.Air Mancur MiniAir mancur mini diletakkan di taman bagian depan rumah, dikelilingi beragam tanaman air untuk kesatuan tema. Patung Batu Jika ingin meletakkan patung di tanah sempit, letakkan di ujung lorong menuju pintu masuk rumah. Sebagai pelengkap, percantik taman dengan tebaran batu-batu koral hitam dan gentong air.Taman TerasLetakkan furniture berbahan kayu, lengkap dengan bangku dan payung. Karena teras ini sempit, maka elemen penghias taman hanya berupa pot-pot besar yang diletakkan berderet di pinggir tembok.Lampu TamanPenerangan berperan penting untuk menciptakan mood taman Anda, terutama di malam hari. Pastikan desain lampu yang dipilih sesuai dengan desain taman keseluruhan.Relief di DindingJangan biarkan dinding taman hanya putih saja. Percantik dengan relief yang terbuat dari batu paras. Selaraskan motif ukiran dengan luas dan mood taman yang Anda inginkan. Elemen KolamBatu paras berwujud kura-kura yang berfungsi sebagai pancuran di kolam. PENTING!
Selaraskan desain taman dengan elemen penghiasnya. Jangan tumpang tindih dan merusak keseluruhan desain.
Pilih peranti furniture untuk taman yang tidak cepat lapuk oleh sinar matahari dan hujan. Misalnya yang terbuat dari plastik, fibre glass, atau besi tempa. Jika terbuat dari kayu, lindungi furniture kayu dengan cat tahan air dan sinar matahari.
Isi kolam air mancur Anda dengan ikan-ikan kecil, sekaligus untuk menghalau jentik-jentik nyamuk. Taburi dengan bubuk abate setiap 3 bulan sekali.v

Taman mungil, desain taman mungil, air mancur mini, taman rumah mungil, gambar taman mungil, taman mungil depan rumah, TAMAN sempit, foto taman mungil, taman di lahan sempit, design taman mungil

Baca juga:

  1. Manfaat Minum Air Kelapa untuk Kesehatan
  2. MATRAM UNTUK MEMASUKI RUMAH BARU
  3. Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana
  4. Meniadakan Kehadiran Sekat
  5. Festival Dalang Bocah Digelar Di Taman Budaya Jatim
berita.balihita.com / Elemen untuk Taman




Share |

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Maret 8, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87889 . 78. 33
SETELAH merayakan Nyepi dengan suasana yang hening, umat Hindu melaksanakan prosesi ‘’ngelebar catur brata panyepian’’ yang dikenal dengan sebutan ‘’ngembak gni’’, Rabu (17/3) kemarin. Selanjutnya, pada tahun baru Saka 1932 ini umat diharapkan memiliki semangat dan gairah baru dalam menjalankan swadharma masing-masing. Idealnya saat Nyepi umat melakukan catur brata penyepian-tapa, brata, yoga dan samadhi dalam suasana hening. Pada hari yang sepi itu umat menonaktifkan segala gejolak indria. Saat itu pikiran umat fokus pada Sang Hyang Widi Wasa, dan ke dalam melakukan mulatsarira atau evaluasi diri. Setelah umat melaksanakan catur brata penyepian dengan tidak menyalakan api, tidak beraktivitas, tidak bersenang-senang dan tidak bepergian, keesokan harinya umat ngelebar brata tersebut dengan istilah ngembak gni. Dengan spirit baru tahun baru Saka 1932, umat diharapkan mampu mengobarkan kembali api semangat menjalankan swadharma masing-masing. ‘’Kita kembali melakukan aktivitas, melakukan swadharma masing-masing secara maksimal berlandaskan semangat baru setelah melakukan introspeksi diri,’’ ujarnya. Kata Rudia, setelah melaksanakan prosesi ritual serangkaian Nyepi, umat diharapkan memiliki pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Dengan demikian diharapkan umat mampu menghadapi tantangan hidup pada masa kini dan mendatang dengan baik. ‘’Setelah ‘anganyutaken letuhin buana lan angamet tirtha amertha ring telenging segara’ saat melasti, melakukan prosesi nyomia butha kala dalam rangka mengharmoniskan buana agung dan buana alit saat Tawur Kesanga, dan selanjutnya melaksanakan catur brata penyepian saat Nyepi, kita harus yakin bahwa diri kita sudah bersih dan netral, sehingga perilaku kita bersih dari hal-hal yang negatif dan perbuatan yang destruktif,’’ katanya. Dengan pikiran yang bersih dan suci, kita songsong upacara Ida Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Besakih Senin (29/3) mendatang. Melalui upacara Ida Betara Turun Kabeh pada Purnama Kedasa itu kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa agar jagat Bali beserta umatnya diberkati kerahayuan.
free hit counter