Home » Agenda » November 2010 » Dinkes Semarang Tetapkan KLB Chikungunya

Dinkes Semarang Tetapkan KLB Chikungunya

Dinkes ,Semarang, Tetapkan, KLB, Chikungunya  Wabah chikungunya mewabah di Semarang, Jawa Tengah. Pantauan SCTV, Rabu (24/2), sebanyak 143 warga di tujuh dusun Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Semarang, Jawa Tengah, terserang penyakit lumpuh layu itu. Dinkes Kabupaten Semarang pun menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang perlu penanganan intensif.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Muhammad Gunadi mengatakan chikungunya disebabkan virus alpha yang disebarkan melalui nyamuk aedes aegypti. Saat ini Dinkes Kabupaten Semarang memberikan pengasapan atau fogging ke seluruh rumah dan sekolah.

Warga Desa Polobogo terserang wabah chikungunya pada awal Februari. Penyakit ini memiliki ciri-ciri tubuh lemas, demam tinggi, pusing, kulit ada bintik merah, gatal-gatal, tulang menjadi linu, dan akhirnya lumpuh layu selama beberapa hari.

Banyak warga tidak mengetahui kenapa bisa terkena penyakit seperti ini. Seperti halnya Kasmini. Tiba-tiba ia merasa demam, pusing, dan tulang linu. Bahkan sampai tak bisa berjalan selama tiga hari. Beruntung hanya dengan pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu, Polobogo, penyakitnya berangsur-angsur sembuh.(AIS)

www dinkes jateng, chikungunya, berita tentang chikungunya, KLB di daerah semarang, LINGKUngan dan KESEHATAN, ciri ciri penyakit cikungunya, klb semarang, chikungunya di semarang, dinkes kab semarang, klb di indonesia 2010

Baca juga:

  1. Terjangkit Chikungunya, Ratusan Warga Pacitan Dibawa ke Puskesmas
  2. KSN Bisa Berujung KLB PSSI
  3. Pelajar di Semarang Tolak Valentine Day
  4. Nelayan Semarang Ingin Retribusi Tetap Diberlakukan
  5. Menko Perekonomian Prihatinkan Pasar Tradisional Semarang
berita.balihita.com / Dinkes Semarang Tetapkan KLB Chikungunya




Share |

Tags: , , , ,

Pebruari 24, 2010
By berita terkini

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87888 . 75. 32
Gianyar: Seorang bocah di Banjar Kawan, Tampak Siring, Gianyar, Bali, menderita tumor ganas di mata kirinya. Karena tak ada biaya, hingga Selasa (26/1), ia tak bisa dirawat di rumah sakit. Bocah malang itu Komang Raniti. Putri kedua pasangan Wayan Subrata dan Ni Ketut Ngidep itu berusia tiga tahun. Ia memiliki kelainan pada mata kirinya sejak berusia enam bulan. Seiring waktu berjalan, benjolan di mata kiri Raniti terus membesar hingga sebesar kepalan tangan. Orang tua Raniti yang berprofesi sebagai buruh ukir kayu sempat mencoba membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Gianyar. Di sana, Raniti divonis terkena tumor ganas dan harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, untuk menjalani kemoterapi sebelum dilakukan operasi. Menjalani kemoterapi bukanlah perkara yang mudah dan murah. Mereka dikenakan biaya sebesar Rp 2,5 juta untuk sekali terapi. Dan, penanganan tumor harus dilakukan berkali-kali. Padahal, sebagai buruh ukir kayu, Wayan hanya mendapat upah Rp 25 ribu per hari. Tak sanggup menanggung mahalnya pengobatan, terpaksa orang tua Raniti membawa sang buah hati pulang. Pada akhirnya, penanganan penyakit itu dilakukan di rumah dan dengan cara alternatif. Wayan mengaku, ia sempat mengurus surat keterangan miskin agar mendapat keringanan biaya berobat. Namun keringanan biaya hanya untuk scan dan rontgen saja, sedangkan biaya lainnya ditangung sendiri. Kini, Wayan dan sang istri hanya bisa pasrah dan mengharapkan kehadiran tangan-tangan mulia menjamah keluarganya. Mereka hanya berkeinginan, sang buah hati, Komang Raniti, sembuh dan bisa menikmati masa bermainnya penuh ceria.(TES/SHA)
free hit counter