Home » Nasional » Di Ruang Komputer Para Siswi Kesurupan

Di Ruang Komputer Para Siswi Kesurupan

Di, Ruang, Komputer, Para, Siswi, Kesurupan

SEMARANG - Lima siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) di Jalan Menoreh Utara Raya Nomor 11 Semarang Selatan, Selasa (9/2/2010) kesurupan bersama. 

Siswi kelas 10 ini kesurupan saat istirahat usai mengikuti mata pelajaran komputer di ruang perangkat lunak. 

“Tanpa diketahui penyebabnya, tiba-tiba seorang siswi menjerit histeris lalu pingsan dan tidak lama kemudian, empat temannya juga mengalami hal serupa,” kata seorang teman sekelas para korban, Budi (17). 

Peristiwa tersebut membuat kaget semua guru dan siswa lainnya. Beberapa warga sekitar sekolah juga mendengar teriakan histeris para siswi yang kesurupan. 

Pihak sekolah mendatangkan paranormal dan beberapa tenaga medis untuk memberikan pertolongan kepada mereka. 

Seorang siswa Kelas 10 Jurusan Akutansi SMK LPI, Edo Kurniawan (16) mengatakan, kesurupan menimpa siswa setempat sejak dua hari terakhir. 

Peristiwa serupa pernah terjadi akhir Oktober 2009, saat siswa kemah bersama di Sendang Senjoyo, Salatiga, dalam rangka mengisi kegiatan usai ujian semester. 

“Saat di Sendang Senjoyo, puluhan siswa kesurupan, mereka disembuhkan oleh juru kunci dan penjaga sendang tersebut,” katanya. 

Kepala Sekolah SMK LPI, Sri Hanny, membenarkan peristiwa itu. “Semua siswi yang kesurupan sudah diberi pertolongan dan tak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya.

Sumber : KOMPAS.com

berita kesurupan dibali

Baca juga:

  1. Siswi SMPN di Samarinda Rekam Adegan Mesum Sambil Pesta Miras
  2. Seorang Siswi SD di Bali Hilang Secara Misterius
  3. Guru Cabuli 7 Siswi, Divonis 2 Tahun
  4. Di Kudus, Siswi Hamil Boleh Ikuti UN
  5. Pemerkosaan Siswi SD Terjadi Lagi di Bali
berita.balihita.com / Di Ruang Komputer Para Siswi Kesurupan




Share |

Tags: , , , , ,

Pebruari 10, 2010
By team berita

Leave a Reply

Berita Regional dan Pariwisata

Work Place Bullies

By Global

If you have now or in a previous working life be a victim you’ll know what I’m going to talk about in this post...
Read more »

Belize – a Place Where Nature Rules!

By Global

If you’ve heard of Belize, most probably the description would have been about its breathtaking natural beauty. This small nation Belize, which is just...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
44676 . 172. 32
Pura Lempuyang Luhur terletak di Bukit Gamongan, pada puncak puncak bukit Bisbis atau Gunung Kembar di desa Purahayu, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Jaraknya dari kota AmlaPura lebih kurang 22 km, arah keutara melalui Tirtagangga menuju desa Ngis di kecamatan Abang kemudian membelok ketimur langsung ke desa Purahayu. Kendaraan bermotor maupun dengan sepeda hanya bisa sampai di desa Ngis, kemudian berjalan kaki menuju desa Purahayu dan selanjutnya berjalan diatas bukit menuju Pura yang berada di puncak bukit Bisbis. Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 3 jam itu cukup berat dan memayahkan, karena kadang-kadang menemui jalan yang sempit dan berjurang terjal, serta meanjak terus. Namun kepayahan itu dapat diimbali dengan indahnya panorama yang dapat dinikmati dari atas bukit selama pendakian itu. Lebih-lebih dari puncak Lempuyang pemandangan ke arah utara sangat indah, kelihatan pantai Amed dan desa Culik, ke Timur Gunung Seraya, ke Selatan kota AmlaPura, Candi Dasa, Padangbai dengan lautnya yang membiru dan ke Barat kelihatan desa-desa yang berada di bawah seperti Desa Ngis, Basang alas, Megatiga serta Gunung Agung yang nampak indah. Pura Lempuyang Luhur termasuk Pura Sad Kahyangan di Bali (Menurut Lontar Widisastra) yang juga merupakan kahyangan jagat yang termasuk salah satu dari "Pura-Pura" delapan penjuru angin di Pulau Bali. Sejarah Sangat Sulit untuk mengungkapkan sejarah Pura Lempuyang Luhur yang terletak di Bukit Gamongan Karangasem itu secara jelas, oleh karena data-data yang kuat sukar di dapatkan. Kesulitan lain lagi ialah sampai kini belum dijumpai "Purana" tentang Pura itu yang diharapkan dapat memberikan keterangan secara jelas. Sementara itu baru diperoleh data-data mengenai Pura Lempuyang Luhur yang sifatnya tidak langsung, ialah keterangan dalam prasasti Sading C type :Tinulad" dan keterangan yang terdapat dalam lontar Kutarakandha Dewa Purana Bangsul. 1. Prasasti Sading C Naskah turunan prasasti Sading C yang disimpan di Geria Mandhara Munggu, yang isinya menyebutkan sebagai berikut " Pada tahun 1072 Caka (1150) bulan ke-9 hari tanggal 12 bulan paroh terang, wuku julungpujut, ketika hari itu beliau Paduka Çri Maharaja Jayaçakti, merapatkan seluruh pemimpin perang. Karena beliau akan pergi ke bali karena disuruh oleh ayahnya yaitu Sang Hyang Guru yang bertujuan untuk membuat Pura (dharma) disana di Gunung Lempuyang, terutama sebagai penyelamat bumi bali, diikuti oleh pendeta Çiwa dan Budha serta mentri besar. Beliau juga disebut Maharaja Bima, yaitu Çri Bayu atau Çri Jaya atau Çri Gnijayaçakti." 2. Prasasti Kutarakanda DewaPurana Bangsul Didalam Lontar Kutarakanda DewaPurana Bangsul lembar ke 3-5 koleksi Ida Pedande Gde Pemaron di Gria Mandhara Munggu Badung ada di singgung mengenai Lempuyang yang kutipannya kira-kira sebagai berikut " Demikianlah perkataan Sang Hyang Parameçwara kepada putra beliau para dewa sekalian, terutama sekali Sang Hyang Gnijayaçakti wahai anaknda, anda-anda para dewa sekalian, dengarkanlah perkataanku kepdada anda sekalian, hendaknya anda turun (datang) ke Pulau Bali menjaga pulau Bali, seraya anda menjadi dewa disana" Dari kedua sumber tersebut diatas ada dua hal yang penting dapat diambil yaitu : Gunung Lempuyang dan Sang Hyang Gnijaya. Di dalam bahsa Jawa kata Lempuyang berarti "Gamongan" gunung Lempuyang berarti gunung gamongan atau bukit gamongan sebagaimana disebutkan dalam lontar Kusuma Dewa dan sampai sekarang masyarakat sekitar tempat itu menyebutkan bahwa Pura Lempuyang terletak di Bukit Gamongan disebelah timur kota Amlapura. Fungsinya Menurut Upadeca, bila dihubungkan dengan "Pura-Pura" Sad Kahyangan di Bali, maka Pura Lempuyang Luhur adalah termasuk salah satu diantaranya disamping lima Pura lainnya. Pura Lempuyang Luhur adalah kedudukan Dewa Içwara dan terletak di ufuk Timur penjuru mata angin di Bali. Hal ini dapat dihubungkan dengan Dewa Nawa Sanga beserta tempatnya dan senjatanya masing-masing. Jadi jelaslah bahwa Pura Lempuyang Luhur adalah sebagai penjaga/pemelihara arah sebelah timur dengan dewa Içwara sebagai manefestasi Sang Hyang Widhi Wasa. Adapun dewa yang dipuja adalah Bethara Agnijaya (Hyang Gnijaya) sebagai manefestasinya Hyang Widhi, oleh karena Bhtara Agnijaya disejajarkan fungsi serta peranannya dengan Brahma, Wisnu, Indara dan Shambu maka dapatlah dimengerti bahwa Bhatara Agnijaya adalah identik dengan Içwara yaitu Dewa Asthadhipalaka yang berada di penjuru Timur. Nama Sang Hyang Agnijaya yaitu putra dari Sang Hyang Parameçwara (maksudnya sebagai manefestasi dari Hyang Widhi) juga ada disebutkan di dalam Lontar DewaPurana Bangsul. Pura-Pura yang berada di Bukit Gamongan yang ada hubungannya dengan Pura Lempuyang Luhur adalah Pura Desa Purahayu, Pura Telaga Mas dan Pura Pasar Agung. Pengemong Pengemong Pura Lempuyang Luhur adalah seluruh anggota"krama Desa" dari desa Purahayu, sedangkan penyungsungnya adalah segenap masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Masyarakat Hindu di pulau Lombok termasuk umat hindu di seluruh Indonesia serta masyarakat Tionghoa di Bali. Piodalan Upacara Piodalan Pura Lempuyang Luhur jatuh pada hari kemis Umanis wuku dungulan yakni setiap enam bulan bali sekali (210 hari). Adapun urutan upacara piodalan pada Pura Lempuyang Luhur adalah sama dengan upacara pada Pura Sad Khayangan lainnya. Pemangku Pura Lempuyang luhur mempunyai pemangku tersendiri dan bersifat turun temurun dari keluarga pemangku menurut garis keturunan patrilinial dannyatanya. Suatu yang menarik dan merupakan keistimewaan adalah didalam Pura Lempuyang luhur terdapat serumpun bambu jenis kecil. Setelah selesai menghaturkan bhakti batang pohon bambu itu dipotong oleh pemangku untuk mendapatkan tirta (disebut tirtha pingit) bagi setiap orang yang pedek tangkil ngaturang bhakti kesana. Tirta tersebut juga berfungsi sebagai Tritha Pengenteg-enteg yakni tirtha yang diapaki untuk Ngenteg Linggih baik di Pura-Pura, mrajan ataupun sanggah. Tetapi anehnya tidak selalu didalam batang bambu tersebut diketemukan air.
free hit counter