Home » Gaya Hidup » Seksualitas » Dari Cyber Sex Hingga ke Sex Bebas

Dari Cyber Sex Hingga ke Sex Bebas

Dari, Cyber, Sex, Hingga, ke, Sex, Bebas

“Ketika masih sekolah di Mempawah, saya sering melakukan hal-hal yang aku anggap sepele seperti ciuman dan pegang-pegang daerah sensitif dengan pacar aku”

Dukungan cyber sex tidak hanya mengubah pola pengguna internet menikmati sex, namun hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk berbuat yang lebih nista lagi di dunia nyata. Mimi wanita usia sembilan belas tahun yang ditemui di dunia maya mengaku pernah beberapa kali melakukan sex bebas. Selain dengan pacarnya sendiri, ia menyebut pernah melakukannya pada lain orang.

“Terus terang bang, selain dengan pacar sendiri, saya pernah melakukan sex dengan orang lain. Dan rasanya memang beda dan penuh fantasy. Hal itu terinspirasi dari sex di internet,” tuturnya ketika melakukan chatting tex dengan penulis baru-baru ini.

Dengan bahasa tex yang sepotong-sepotong via facebook, Mimi lantas menceritakan perihal kehidupan sex-nya di usia belia. Asyiknya berbicara dengan Mimi, ia tidak meminta dikirim pulsa hand phone seperti  Dev Cute, gadis pengumbar syahwat yang ditemui penulis sebelumnya di dunia maya.

Menurut Mimi, ia mengenal sex jauh sebelum ia mengenal internet. “Ketika masih sekolah di Mempawah, saya sering melakukan hal-hal yang aku anggap sepele seperti ciuman dan pegang-pegang daerah sensitif dengan pacar aku,” ceritanya.

Itu dilakukan pada saat malam Minggu atau pada malam-malam tertentu. Lokasinya menurut Mimi dilakukan di seputaran Kota Mempawah seperti di komplek-komplek perkantoran yang sepi, bahkan di salah satu tempat umum di Kota Mempawah.

“Jika ada waktu dengan pacar, aku kerab melakukannya. Sejak saat itulah aku mengenal sex,” ungkapnya. Ketika ditanya apakah sudah melakukan hubungan sex pada saat sekolah, Mimi agak ragu mengungkapkannya.

Setelah didesak beberapa kali dengan gaya bahasa penulis yang sedikit ngelatur saat chatting tex dengan Mimi, akhirnya ia nyeletuk. “Kan udah dipegang-pengang jadi terangsang, selanjutnya.. ya.. gitu deh. hihi..hi..” balasnya lewat Chatting tex.

Susana malam yang telah berganti dini hari pada saat melakukan chatting tex dengan Mimi, membuatnya bercerita cukup leluasa. “Awalnya aku takut loh bang, tapi setelah tahu asik juga.. Wkwkwkwk. Gurau-gurau…,” ujarnya lagi.

Secara sadar Mimi mengaku takut melakukannya. Namun, ia tak kuasa menolak ajakan pacarnya dan akhirnya hal tersebut menjadi hal yang biasa bagi Mimi. “Aku takut hamil bang, hanya saja selama ini saya menjaga agar tidak hamil,” ceritanya lagi.

Ditanya cara yang dilakukan agar tidak hamil, Mimi enggan mengatakannya. “Ada dech caranya. Nanti kalau ketemu Abang, nanti Mimi ajarin yach.. hahaha….,” tulisnya.

Disinggung dirinya yang kerab berselancar di cyber sex, Mimi menjelaskan itu sebagai langkah untuk menggapai sex yang lebih tinggi. Menurutnya, dari melihat adegan sex di layanan You Tube, Red Tube atau Sex Tube  di internet, ia sanggup mengaktualisasikannya di dunia nyata. “Setiap kali menyaksikan video itu, saya juga berkeinginan melakukannya. Mungkin Abang juga sering dengar berita gara-gara nonton film porno terjadi perkosaan, Mimi juga gitu. Tapi aku kan cewek ndak mungkin dong aku memerkosa.. hahaha,” jawab Mimi ketika ditanya alasannya melakukan Cybers sex hingga Sex bebas.

“Oh iya Mimi kok jadi curhat sama abang. Ok dech bang, dah subuh ni. Waktunya tidur. Kapan-kapan kita ketemu ya,” tulisnya di obrolan Facebook seraya mengirimkan nomor handphonnya. Mimi memang tidak tahu kalau ia lagi di-eksplor oleh penulis, makanya nama dan tempat terpaksa penulis rahasiakan.

Sek Bebas, seks bebas, anak sekolah ciuman, bebas, dunia sek, bagian sensitif wanita, sekbebas, daerah sensitif perempuan, gambar bebas, seksual bebas

Baca juga:

  1. Sejarah Google : Dari Sebuah Garasi hingga ke Seluruh Dunia
  2. Tertular Kutil Kelamin dari Pacar
  3. Lima Tahun Lagi Indonesia Bebas dari Pencuri Ikan
  4. Kiat Ajak Pasangan Gunakan Sex Toys
  5. Usut Century, KPK Bebas dari Intervensi Parpol
berita.balihita.com / Dari Cyber Sex Hingga ke Sex Bebas




Share |

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Pebruari 23, 2010
By team berita

One Response to “ Dari Cyber Sex Hingga ke Sex Bebas ”

  1. pi2 on Desember 23, 2010 at 11:46 pm

    bang boleh mintak alamat fb nya & no hp nya ngak???
    sbb aku jd pengen kenal dengan dia…

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87888 . 72. 33
Sehari sebelum pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali yang tepat jatuh pada hari senin,15/3 ini dirasakan sangat meriah dirayakan di bali di kabupaten Gianyar masyarakat sudah antusias dengan ogoh-ogoh di setiap banjar sudah di pajng di jalan-jalan, kreasi dan apresiasi seni ini sangat indah dan menarik perhatian karena hanya setiap satu tahun bisa melihat dan mengapresiasaikan seni ogoh-ogoh, umum dilakukan pelaksanaan kegiatan Pangrupukan, secara tradisional dilakukan pengarakan ogoh-ogoh (suatu model raksasa ukuran besar) dengan berbagai variasi dan sekarang semakin unik lebih memiliki karakter sesuai dengan tema yang setiap seniman usung di desa-desa, umumnya setiap banjar (pembagian area yang lebih kecil dari desa) akan setidaknya terdapat satu buah ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh secara sekala, merupakan cerminan sifat-sifat negatif pada diri manusia: adharma svarupa; sehingga pengarakannya berbagai lokasi di sekitar banjar atau desa, yang melewati jalan-jalan utama sehingga tampak oleh semua warga banjar, memiliki suatu makna tersendiri. Kehidupan selalu memiliki elemen yang positif maupun negatif, hal ini selalu ada di dalam diri manusia, dan jika kita bijaksana untuk bersedia melihatnya, kita tidak akan menyangkalnya. Ogoh-ogoh yang dibangun bersama secara swadaya oleh masyarakat banjar, secara implisit, memberikan ide bagi kita semua untuk bersedia melihat sifat-sifat negatif dalam diri kita, dan menjadi terbuka akannya, bahwa hal itu bukanlah hal yang harus ditakuti, namun untuk kita lihat dan amati bersama, sehingga kita dapat memahaminya. Tradisi ini mengingatkan masyarakat Bali khususnya, bahwa beban yang mereka gendong adalah sebuah sifat negatif, seperti cerminan sifat-sifat raksasa, ketika manusia menyadari hal ini, mereka tidak akan menahan elemen-elemen ini sendirinya, dan membiarkan elemen ini menjadi tiada seperti abu dan debu yang tertiup angin. Sehingga biasanya, secara tradisional, di akhir pengarakan ogoh-ogoh, masyarakat akan membakar figur raksasa ini, boleh jadi dikatakan membakar (membiarkan terbakar habis) sifat-sifat yang seperti si raksasa. Ketika semua beban akan sifat-sifat negatif yang selama ini mengambil (memboroskan) begitu banyak energi kehidupan seseorang, maka seseorang akan siap memulai sebuah saat yang baru, ketika segalanya menjadi hening, masyarakat diajak untuk siap memasuki dan memaknai Nyepi dengan sebuah daya hidup yang sepenuhnya baru dan berharap menemukan makna kehidupan yang sesungguhnya bagi dirinya dan segenap semesta. Walau kini budaya pangrupukan ini memberi beberapa dampak positif di masyarakat seperti menjadi hiburan tersendiri, menarik banyak minat wisatawan karena keunikannya; namun juga menghadirkan beberapa dampak yang kurang diharapkan seperti pertikaian baik kecil maupun besar antara warga (khususnya kaum pemuda) akan hal-hal yang secara personal tidak terkait dengan pemaknaan pangrupukan sendiri; Anda dapat bayangkan kelompok warga yang tumpah ruah ke jalan-jalan menyaksikan arak-arakan yang ada dari desa ke desa hampir di seluruh Bali, tentu bisa menjadi tempat muncul sentimen-sentimen personal lama ke permukaan, sehingga sejak lama paruman bendesa (permufakatan para pemuka daerah) atau sejenisnya sepakat untuk merayakan Nyepi (dan Pangrupukan) tanpa ogoh-ogoh. Terlepas dari apa-apa yang menjadi problematika berbagai sisi mengenai hal-hal tersebut, namun semoga perayaan Nyepi tahun ini dapat berjalan dengan baik.
free hit counter