Pembelajaran

Cara membuat website / blog

Maret 30, 2010
By team berita
Cara membuat website / blog

Ada banyak cara untuk mencari uang di internet. Salah satunya yaitu dengan membuat website lalu me-monitize istilahnya agar website tersebut bisa menghasilkan uang. Pada saat ini memang sedang ngetrend di kalangan netter ( org yg hobby internet ) untuk mencari penghasilan tambahan. Pada umumnya mereka membuat website lalu mendaftar ke program2 affiliasi yg bisa menghasilkan...
Read more »

Tags: , , , , , ,
Posted in Pembelajaran | 4 Comments »

Langkah Demi Langkah Merakit Komputer

Maret 30, 2010
By team berita
Langkah Demi Langkah Merakit Komputer

Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat .. Red. deden Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer,...
Read more »

Tags: , , , , , ,
Posted in Pembelajaran | Komentar Dimatikan

PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG BERMAKNA

Maret 28, 2010
By team berita
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG BERMAKNA

Lebih dari 2400 tahun yang lalu Confucius menyatakan: Apa yang saya dengar, saya lupa (What I hear, I forget); Apa yang saya lihat, saya ingat (What I see, I remember); dan Apa yang saya lakukan, saya paham (What I do, I understand).  Tiga pernyataan sederhana ini memicarakan bobot penting belajar aktif. Mel Silberman (1996)...
Read more »

Tags: , , , , , , , , ,
Posted in Pembelajaran | 2 Comments »

IKAPI Minta Sediakan Buku Yang Berkualitas

Maret 20, 2010
By team berita
IKAPI Minta Sediakan Buku Yang Berkualitas

Perwakilan IKAPI dan Koordinator Acara Pesta Bedah Buku Cecep Abdul Fatah di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini dibutuhkan upaya agar penerbit mampu menyediakan buku yang berkualitas dan terjangkau oleh pembeli dengan dukungan dari pemerintah. “Harapannya pemerintah mampu memberikan dukungan terhadap penerbit yang tergabung dalam IKAPI,” ujarnya. Ia menginginkan langkah nyata yang dilakukan pemerintah adalah dengan mensubsidi...
Read more »

Tags: , , , , , ,
Posted in Pembelajaran | Komentar Dimatikan

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
27094 . 250. 32
Mebhakti Jika berbicara mengenai “mebhakti”, khususnya orang Bali – Hindu; maka yang dimaksud disini adalah sembahyang di Pura atau tempat persembahyangan lainnya. Padahal mebhakti atau sembahyang itu hanyalah salah satu cara dalam pelaksanaan bhakti kehadapan Hyang Widi Wasa. Apakah bhakti itu? Bhakti, berasal dari kata bhaj yang artinya mencintai, kesetiaan, memuja untuk mencapaiNya. (Theos Bernard, Hindu Philosophy, h-190), atau mengarahkan pikiran kepada Hyang Widi sambil menyebut namaNYA, KeagunganNYA, KemuliaanNYA dan KemashyuranNYA (Sri Ramakrishna). Wargasari sebagai bhakti. Dalam Srimad Bhagavatam kanda ke VII, bab 5, teks no. 23 & 24, menyebutkan sebagai berikut: Sri-prahrada uvaca Sravanam kirtanam visnoh Smaranam pada-sevanam Arcanam vandanam dasyam Sakhyam atma-nivedanam Iti pumsarpita visnau Bhakti cen nava-laksana Kriyeta bhagavaty addha Tan manye ‘dhitam uttamam. Artinya: Maharaja Prahlada mengatakan, bahwa ada 9 cara/jalan atau navalaksana dalam me-laksanakan bhakti, yaitu: Sravana: belajar tentang kemahakuasaan Tuhan melalui mendengarkan dan mem-baca ceritra cerita Ketuhanan. Dengan mendengarkannya itu pikiran para bhakta akan menyerap cerita-cerita suci tersebut dengan demikian pikirannya akan menjadi suci. Kirtana: adalah menyanyikan lagu ke-agungan, kemahakuasaan dari Hyang Widi Wasa atau menyebut berulang-ulang nama suciNya. Smarana: selalu mengingat Hyang Widi pada setiap saat. Pikiran tidak lepas dari Nama dan Bentuk dari Hyang Widi. Padasevana: membasuh kakiNya Hyang Widi. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh Laksemi atau Parwati. Tidak seorangpun dari manusia dapat melakukan hal ini. Archana: sembahyang atau berdoa kehadapan Hyang Widi Wasa. Menyembah ini bisa dilakukan melalui bentuk (patung) atau gambar atau yang tidak berbentuk. Vandana: berdoa kehadapan Hyang Widi Wasa. Dasya: mencintai Hyang Widi Wasa dengan menganggap diri kita sebagai pembantunya yang siap melakukan perintahnya setiap saat. Disini termasuk dalam “ngayah” membuat banten membersihkan pura. Sakhya: mengembangkan perasaan ber-teman dengan Hyang Widi Wasa. Seperti yang dilakukan oleh Arjuna terhadap Krishna. Atmanivedana: menyerahkan diri keha-dapan Hyang Widi Wasa. Bhakta mem-persembahkan apapun yang dia miliki kehadapaNYA. Kirtana yang artinya menyanyikan kidung kidung kerohanian tentang Kemahamu-liaan, Keagungan, Kemahasempurnaan Hyang Widi Wasa, akan menimbulkan getaran Emosi Suci pada hati para bhakta yang menyanykan kidung kidung kero-hanian tersebut.Mereka akan kehilangan dirinya secara material kerena terserap akan kecitaannya akan Hyang Widi Wasa. Demikian juga dengan kidung Wargasari, karena kidung Wargasari tersebut berisi-kan hal hal yang seperti dikatakan di atas. Tuhan Hari berkata kepada Deva Narada sbb.”Naham Vasami Vaikunthe Yoginam Hridaye na cha, Madbhakta Yatra Gayanti Tatra Tishtami Narada – Oh Narada, Aku bersemayam tidak didalam Vaikun-tha atau dalam hati para Yogi, teta-pi Aku bersemayam pada hati setiap bhakta yang menyanyikan kidung tentang nama-Ku, kemuliaanKu, kebeseranKu dan keagunganKu.(Swami Sivananda, Sadhana h-224) Nyanyikanlah kidung cinta tentang surgawi, Oh penyanyi. Semoga sumber kesucian abadi yang menyenangkan dan kebahagiaan merasuki jiwamu. Semoga Tuhan berstana disana untuk selamanya! Semoga Bliau memetik senar jiwamu yang dalam, dengan tangan sorgawiNya Dan merasakan kehadiranNya disana! Anugrahilah suara suci sehingga selalu dapat menyanyikan lagu kecintaan terhadapMU (Rig Veda I.91.11) Kehadapan Deva Rudra, kami persem-bahkan kidung ini, Kepada Beliau yang merupakan Deva dari para pahlawan, Beliau dengan rambut terkepang, Yang melindungi seluruh kehidupan, Semoga semua yang ada disini sehat dan mendapatkan makanan. (Rig Veda 1.114.1) Sikap waktu mekidung. Didalam mekidung itu suara dibuat agak keras sehingga suara suara lain dari luar tidak masuk ketelinga yang dapat meng-ganggu konsentrasi. Dalam melaksanakan kidung tersebut pikiran kita harus bersih, dan jangan mekidung hanya sekedar ikut-ikutan atau untuk show. Lebih dari itu para bhakta yang melantumkan kidung harus mengkonsentrasikan pikirannya terhadap kata-kata yang diucapkan yang ada dalam kidung tersebut. Para bhakta harus melakukannya dengan perasaan yang penuh damai dan rendah hati tanpa mengharapkan imbalan. Dengan demikian pikiran terserap oleh kata-kata dalam kidung tersebut sehingga tidak lagi ber-fikir terhadap hal-hal lain yang ada diluar, dan pikiran akan menjadi sattvic(suci). Seloka berikut ini menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap terhadapNya termasuk juga dalam mekidung. Pusatkanlah pikiranmu kepadaKU dan gunakanlah segala kecerdasanmu dalam diriKU. Dengan cara demikian, engkau akan selalu hidup di dalamKU, tanpa keragu-raguan. (BG.12.8) Siapa yang menyanyikan kidung Wargasari? Dari uraian tersebut diatas jelaslah bah-wa semua bhakta yang datang ke Pura untuk bersembahyang ingin harus meki-dung Wargesari..Jadi bukan seperti yang sering terlihat dimana hanya tukang ki-dung saja yang mekidung, sedangkan yang lainnya ngobrol ngalor ngidul. Jika semua yang hadir dalam persem-bahyangan menyanyikan kidung Warga-sari akan menimbulkan efek spritual yang sangat besar atau Mahasakti bagi yang mekidung demikian juga sekitar-nya.
free hit counter