Renungan

Daftar kitab Mahabharata

September 13, 2010
By Bali News

Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga. Adiparwa Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti misalnya kisah pemutaran...
Read more »

Tags: , ,
Posted in Agama Hindu, Renungan, Spiritual | 10 Comments »

Kembalinya Komik Legend; Mahabharata!

September 13, 2010
By Bali News
Kembalinya Komik Legend; Mahabharata!

Mahabharata adalah sebuah wiracarita yang tak akan lekang oleh zaman. Karya agung yang mengisahkan sebuah tragedi keluarga yang  berujung pada sebuah perang besar di padang Kurusetra, yang menghadapkan dua kubu: Pandawa dan Kurawa. Dua keluarga ini menjadi sentral cerita dengan tali-temali kisah yang begitu kompleks. Kebesaran kisah dari India yang...
Read more »

Tags: , , ,
Posted in Agama Hindu, Renungan, Spiritual | 2 Comments »

Kisah Mahabharata dalam Balutan Science Fiction, Grant Morrison’s 18

September 13, 2010
By Bali News
Kisah Mahabharata dalam Balutan Science Fiction, Grant Morrison’s 18

Kisah Mahabharata dalam Balutan Science Fiction, Grant Morrison’s 18 DaysApa yang terlintas di benak anda waktu mendengar kata ‘Mahabharata’? Sederetan karakter dalam pewayangan? Relief di candi-candi? Atau film India yang sempat ditayangkan di televisi nasional beberapa tahun silam? Mahabharata arguably adalah salah satu mahakarya literatur dalam sejarah manusia, disusun pada sekitar abad ke-4 SM, ia...
Read more »

Tags: , , , , , , , ,
Posted in Agama Hindu, Renungan, Spiritual | 5 Comments »

Kesombongan Pada Diri Kita

April 3, 2010
By team berita

kesombongan pada diri manusia itu meliputi 4 hal. 1. Kesombongan karena kelebihan Fisik kita biasanya meliputi kecantikan, kegantengan dan lain-lain. 2. Kesombongan karena keturunan. Kesombongan ini biasanya dikarenakan kita turunan bangsawan, kita punya turunan darah biru dll. 3. Kesombongan karena harta. Kalo kesombongan ini dikarenakan harta yang melimpah .4. Kesombongan karena kedudukan dan juga ilmu yang berlebih. Kalo...
Read more »

Tags: , , , , ,
Posted in Renungan | Komentar Dimatikan

Lebih Enak Yang Dilihat daripada Apa Yang Kita Kerjakan

April 2, 2010
By team berita
Lebih Enak Yang Dilihat daripada Apa Yang Kita Kerjakan

Dalam hal pekerjaan banyak diantara kita yang selalu meremehkan pekerjaan kita sendiri dan seringkali melihat pekerjaan orang lain jauh lebih baik. Padahal sebenarnya kalau kita mau melihat lebih jauh, terkadang orang lain malah ingin bekerja seperti diri kita. Kalau dalam pepatah basa jawanya biasanya dibilang “Sawang Sinawang, Luwih Enak Sing Disawang tinimbang opo sing...
Read more »

Tags: , , , , , , , , , , ,
Posted in Renungan | Komentar Dimatikan

JANGAN MENJADI ORANG MISKIN

Maret 28, 2010
By team berita

Bercermin pada tayangan kejadian di masyarakat, ternyata kita perlu memberikan perhatian pada petunjuk leluhur kita tentang tidak “enak”-nya menjadi orang miskin. Di dalam bahasa Sanskerta dan juga bahasa Kawi, sebutan untuk miskin adalah daridra. Walaupun katanya indah tetapi ternyata kata itu begitu pahit. Pahit bagi setiap yang melihat dan terutama pahit bagi yang membawanya, bagi...
Read more »

Tags: , , , , ,
Posted in Renungan | Komentar Dimatikan

JAGA EMOSI AGAR UMUR PANJANG

Maret 28, 2010
By team berita
JAGA EMOSI AGAR UMUR PANJANG

Penelitian baru menyimpulkan perasaan hati yang bahagia juga merupakan kesehatan yang penting bagi seseorang. Sebuah studi yang dilakukan pada hampir 3.000 orang berumur 50-70 tahun yang sehat di Inggris, menemukan bahwa mereka yang mengaku sedikit murung/sedih mempunyai tingkat cortisol (hormon penyebab stres) yang lebih rendah. Ketika hormon itu naik secara berkesinambungan, dapat mengakibatkan tekanan...
Read more »

Tags: , , , , , , ,
Posted in Renungan | Komentar Dimatikan

Hidup ini Seperti Bermain Layang-layang di Tanah Lapang

Maret 28, 2010
By team berita
Hidup ini Seperti Bermain Layang-layang di Tanah Lapang

Beni (nama samaran), salah satu remaja yang gemar  bermain layang-layang. Paling tidak itulah yang sering dilakukannya. Bagi Ben, bermain layang-layang adalah kehidupannya. Kadang dia harus memainkannya untuk aduan. Di kesempatan yang lain, Ben bisa bermain hanya untuk membuatnya tersenyum. Apapun tujuannya, satu prinsip utama yang Ben pelajari untuk bermain layang-layang dengan baik adalah prinsip...
Read more »

Tags: , , , , , , , ,
Posted in Renungan | 1 Comment »

Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan

Maret 20, 2010
By team berita

Banyak guru dan orang tua senang bila siswa dan anak mereka berlaku santun menghargai dan menghormati setiap manusia dan berbudi luhur. Banyak pendidik gembira bila para siswa dapat bekerja sama dengan teman-teman lain dapat menghargai perbedaan serta hidup bersama orang lain. Banyak pendidik senang bila para siswa berkembang menjadi manusia yang bertanggung jawab menghargai...
Read more »

Tags: , , , , , ,
Posted in Renungan | Komentar Dimatikan

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
27091 . 236. 34
Pura Lempuyang Luhur terletak di Bukit Gamongan, pada puncak puncak bukit Bisbis atau Gunung Kembar di desa Purahayu, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Jaraknya dari kota AmlaPura lebih kurang 22 km, arah keutara melalui Tirtagangga menuju desa Ngis di kecamatan Abang kemudian membelok ketimur langsung ke desa Purahayu. Kendaraan bermotor maupun dengan sepeda hanya bisa sampai di desa Ngis, kemudian berjalan kaki menuju desa Purahayu dan selanjutnya berjalan diatas bukit menuju Pura yang berada di puncak bukit Bisbis. Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 3 jam itu cukup berat dan memayahkan, karena kadang-kadang menemui jalan yang sempit dan berjurang terjal, serta meanjak terus. Namun kepayahan itu dapat diimbali dengan indahnya panorama yang dapat dinikmati dari atas bukit selama pendakian itu. Lebih-lebih dari puncak Lempuyang pemandangan ke arah utara sangat indah, kelihatan pantai Amed dan desa Culik, ke Timur Gunung Seraya, ke Selatan kota AmlaPura, Candi Dasa, Padangbai dengan lautnya yang membiru dan ke Barat kelihatan desa-desa yang berada di bawah seperti Desa Ngis, Basang alas, Megatiga serta Gunung Agung yang nampak indah. Pura Lempuyang Luhur termasuk Pura Sad Kahyangan di Bali (Menurut Lontar Widisastra) yang juga merupakan kahyangan jagat yang termasuk salah satu dari "Pura-Pura" delapan penjuru angin di Pulau Bali. Sejarah Sangat Sulit untuk mengungkapkan sejarah Pura Lempuyang Luhur yang terletak di Bukit Gamongan Karangasem itu secara jelas, oleh karena data-data yang kuat sukar di dapatkan. Kesulitan lain lagi ialah sampai kini belum dijumpai "Purana" tentang Pura itu yang diharapkan dapat memberikan keterangan secara jelas. Sementara itu baru diperoleh data-data mengenai Pura Lempuyang Luhur yang sifatnya tidak langsung, ialah keterangan dalam prasasti Sading C type :Tinulad" dan keterangan yang terdapat dalam lontar Kutarakandha Dewa Purana Bangsul. 1. Prasasti Sading C Naskah turunan prasasti Sading C yang disimpan di Geria Mandhara Munggu, yang isinya menyebutkan sebagai berikut " Pada tahun 1072 Caka (1150) bulan ke-9 hari tanggal 12 bulan paroh terang, wuku julungpujut, ketika hari itu beliau Paduka Çri Maharaja Jayaçakti, merapatkan seluruh pemimpin perang. Karena beliau akan pergi ke bali karena disuruh oleh ayahnya yaitu Sang Hyang Guru yang bertujuan untuk membuat Pura (dharma) disana di Gunung Lempuyang, terutama sebagai penyelamat bumi bali, diikuti oleh pendeta Çiwa dan Budha serta mentri besar. Beliau juga disebut Maharaja Bima, yaitu Çri Bayu atau Çri Jaya atau Çri Gnijayaçakti." 2. Prasasti Kutarakanda DewaPurana Bangsul Didalam Lontar Kutarakanda DewaPurana Bangsul lembar ke 3-5 koleksi Ida Pedande Gde Pemaron di Gria Mandhara Munggu Badung ada di singgung mengenai Lempuyang yang kutipannya kira-kira sebagai berikut " Demikianlah perkataan Sang Hyang Parameçwara kepada putra beliau para dewa sekalian, terutama sekali Sang Hyang Gnijayaçakti wahai anaknda, anda-anda para dewa sekalian, dengarkanlah perkataanku kepdada anda sekalian, hendaknya anda turun (datang) ke Pulau Bali menjaga pulau Bali, seraya anda menjadi dewa disana" Dari kedua sumber tersebut diatas ada dua hal yang penting dapat diambil yaitu : Gunung Lempuyang dan Sang Hyang Gnijaya. Di dalam bahsa Jawa kata Lempuyang berarti "Gamongan" gunung Lempuyang berarti gunung gamongan atau bukit gamongan sebagaimana disebutkan dalam lontar Kusuma Dewa dan sampai sekarang masyarakat sekitar tempat itu menyebutkan bahwa Pura Lempuyang terletak di Bukit Gamongan disebelah timur kota Amlapura. Fungsinya Menurut Upadeca, bila dihubungkan dengan "Pura-Pura" Sad Kahyangan di Bali, maka Pura Lempuyang Luhur adalah termasuk salah satu diantaranya disamping lima Pura lainnya. Pura Lempuyang Luhur adalah kedudukan Dewa Içwara dan terletak di ufuk Timur penjuru mata angin di Bali. Hal ini dapat dihubungkan dengan Dewa Nawa Sanga beserta tempatnya dan senjatanya masing-masing. Jadi jelaslah bahwa Pura Lempuyang Luhur adalah sebagai penjaga/pemelihara arah sebelah timur dengan dewa Içwara sebagai manefestasi Sang Hyang Widhi Wasa. Adapun dewa yang dipuja adalah Bethara Agnijaya (Hyang Gnijaya) sebagai manefestasinya Hyang Widhi, oleh karena Bhtara Agnijaya disejajarkan fungsi serta peranannya dengan Brahma, Wisnu, Indara dan Shambu maka dapatlah dimengerti bahwa Bhatara Agnijaya adalah identik dengan Içwara yaitu Dewa Asthadhipalaka yang berada di penjuru Timur. Nama Sang Hyang Agnijaya yaitu putra dari Sang Hyang Parameçwara (maksudnya sebagai manefestasi dari Hyang Widhi) juga ada disebutkan di dalam Lontar DewaPurana Bangsul. Pura-Pura yang berada di Bukit Gamongan yang ada hubungannya dengan Pura Lempuyang Luhur adalah Pura Desa Purahayu, Pura Telaga Mas dan Pura Pasar Agung. Pengemong Pengemong Pura Lempuyang Luhur adalah seluruh anggota"krama Desa" dari desa Purahayu, sedangkan penyungsungnya adalah segenap masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Masyarakat Hindu di pulau Lombok termasuk umat hindu di seluruh Indonesia serta masyarakat Tionghoa di Bali. Piodalan Upacara Piodalan Pura Lempuyang Luhur jatuh pada hari kemis Umanis wuku dungulan yakni setiap enam bulan bali sekali (210 hari). Adapun urutan upacara piodalan pada Pura Lempuyang Luhur adalah sama dengan upacara pada Pura Sad Khayangan lainnya. Pemangku Pura Lempuyang luhur mempunyai pemangku tersendiri dan bersifat turun temurun dari keluarga pemangku menurut garis keturunan patrilinial dannyatanya. Suatu yang menarik dan merupakan keistimewaan adalah didalam Pura Lempuyang luhur terdapat serumpun bambu jenis kecil. Setelah selesai menghaturkan bhakti batang pohon bambu itu dipotong oleh pemangku untuk mendapatkan tirta (disebut tirtha pingit) bagi setiap orang yang pedek tangkil ngaturang bhakti kesana. Tirta tersebut juga berfungsi sebagai Tritha Pengenteg-enteg yakni tirtha yang diapaki untuk Ngenteg Linggih baik di Pura-Pura, mrajan ataupun sanggah. Tetapi anehnya tidak selalu didalam batang bambu tersebut diketemukan air.
free hit counter