Ragam

Lagu Keong Racun, Buy Akur juga Ciptakan Lagu untuk Wartawan

Agustus 1, 2010
By Bali News
Lagu Keong Racun, Buy Akur juga Ciptakan Lagu untuk Wartawan

Pencipta lagu ‘Keong Racun’, Buy Akur, memberi apresiasi khusus kepada wartawan. Lewat pemberitaan di berbagai media massa, pria yang akrab disapa Abuy itu mendadak melesat. Ia pun menciptakan sebuah lagu untuk wartawan. “terima kasih padamu kuucapkan hai wartawan semoga saja hidupnya sejahtera dari hasil wartawan” Begitulah sedikit penggalan lirik yang dinyanyikan bapak empat anak ini yang belum...
Read more »

Tags:
Posted in Ragam | Komentar Dimatikan

Tanaman Pembawa Hoki dan Sial

Maret 28, 2010
By team berita
Tanaman Pembawa Hoki dan Sial

Menurut para praktisi spiritual, tanaman memiliki manfaat terhadap tempat yang didiaminya. Tanaman mengandung energi yang bisa membawa keberuntungan atau bahkan membawa sial. Berikut daftar tanaman dan pengaruhnya secara mistis. tanaman hoki, tanaman pembawa hoki, tanaman pembawa sial, POHON MISTIS, tanaman sial, tanaman, gambar pembawa hoki, tanaman pembawa keberuntungan, jenis tanaman hoki, jenis tanaman pembawa sial
Read more »

Tags: , , , , , , , , ,
Posted in Ragam | Komentar Dimatikan

Budidaya Tanaman Anggrek

Maret 27, 2010
By team berita
Budidaya Tanaman Anggrek

ASPEK LINGKUNGAN Secara alami anggrek (Famili Orchidaceae) hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti faktor lingkungan, antara lain sinar matahari, kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan seperti : pemupukan, penyiraman serta pengendalian OPT. Pada umumnya anggrek-anggrek...
Read more »

Tags: , , , , ,
Posted in Ragam | 6 Comments »

Warna-Warni Bunga Anggrek Bulan

Maret 27, 2010
By team berita
Warna-Warni Bunga Anggrek Bulan

Siapapun pasti terpikat melihat keindahan bunga Phalaenopsis alias si anggrek bulan yang tergantung pada tangkai-tangkai bunga yang keluar dari tanaman2 anggrek yang sehat, yang sedang melayang-layang bagaikan kupu2 mengikuti semilir angin yang kerap menggerakan bunga2 tersebut. Penampilannya memang wah dan phalaenopsis agaknya semakin populer saja di kalangan hobbiis anggrek dewasa ini. Namun ada anggapan...
Read more »

Tags: , , , , , , , ,
Posted in Ragam | Komentar Dimatikan

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
27089 . 232. 35
Pura Luhur Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang, Mendoyo, di Kabupaten Jembrana. Pada saat piodalan yang jatuh pada Rabu Umanis Perangkabat, umat dari berbagai penjuru memadati pura yang berlokasi di tepi laut ini. Tepatnya, berada sekitar 17 km arah timur Kota Negara. Bagaimana sejarah pura ini? —————— ASAL mula Pura Rambut Siwi tertuang dalam Dwijendra Tatwa. Menurut I Ketut Wiana, keberadaan Pura Rambut Siwi sangat terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur atau Majapahit ke Bali. Wiana mengutip cerita Mpu Bhaskara Murti dari Geria Madu Sudana, Negara, mengatakan, saat Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau. Karena diharuskan, menyembahlah beliau di pura tersebut. Ternyata pura tersebut menjadi hancur berantakan. Karena demikian, penjaga pura akhirnya mohon maaf kepada Mpu Dang Hyang Nirartha. Di samping itu, penjaga pura mohon agar pura itu dikembalikan pada keadaan semula. Atas kewisesaan Mpu Dang Hyang Nirartha, pura itu pun kembali utuh seperti sedia kala. Mpu Dang Hyang Nirartha mengambil sehelai rambut beliau diletakkan di pura tersebut untuk dijadikan sarana pemujaan di pura tersebut. Sejak itulah pura tersebut bernama Pura Rambut Siwi. Nama Rambut Siwi inilah yang lebih populer sampai saat ini. Penuturan Mangku Gede Pura Luhur Rambut Siwi Ida Bagus Kade Ordo tidak jauh dari cerita Wiana. Mengutip Dwijendra Tatwa, ia menceritakan setelah beberapa lama di Gelgel, Dang Hyang Nirartha ingin menikmati Bali. Beliau pun berangkat ke arah barat sampai di daerah Jembrana berbelok ke selatan dan berbalik lagi ke timur menyusuri pantai. Sementara itu menurut Ktut Soebandi (alm.) dalam bukunya “Sejarah Pembangunan Pura-pura di Bali” menuliskan kedatangan Dang Hyang Nirartha di Bali pada tahun Caka 1411 atau tahun 1489 masehi yang dikisahkan dalam beberapa pustaka, seperti Dwijendra Tattwa dan Babad Catur Brahmana. Soebandi menuliskan kisah Dang Hyang Nirartha dalam perjalanannya di Bali sempat tinggal di Desa Gading Wani. Beliau mendengar di desa itu masyarakatnya sedang dilanda sakit keras. Bahkan, tidak sedikit yang meninggal akibat sakit yang dideritanya. Kedatangan Dang Hyang Nirartha di desa itu berhasil menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat. Karena itu pula, masyarakat berharap agar Dang Hyang Nirartha bisa tetap tinggal di desa itu. Sayang, Dang Hyang Nirartha tidak bisa memenuhi keinginan warga setempat, dan Beliau berkenan “menghadiahkan” seutas rambutnya sebagai jimat untuk menolak wabah penyakit. Rambut inilah yang kemudian dipuja (Siwi) dan dibuatkan tempat suci sebagai tempat penyimpanan. Karena itulah pura tersebut dinamakan Pura Rambut Siwi.
free hit counter