Home » Lainnya » Kriminalitas » Berawal di Facebook, Keperawanan Marietta Nova Triani di Renggut Ari Power

Berawal di Facebook, Keperawanan Marietta Nova Triani di Renggut Ari Power

Berawal, di, Facebook, Keperawanan, Marietta, Nova, Triani, di, Renggut, Ari, Power

Kisah asmara dua sejoli yang berawal dari kenalan di Facebook, kini benar-benar menjadi bahan pemberitaan media masa.

Kasus yang bermula dari ajakan Febriari alias Ari Power (18) untuk menjalin cinta dengan Marietta Nova Triani atau Nova (14) melalui Facebook, tak lama kemudian insan muda-mudi tersebut akhirnya bertemu di suatu tempat.

Namun apa dinyana, Ari diduga memaksa Nova untuk menemaninya berkeliling kota berhari-hari tak hanya itu, keduanya menjalin hubungan sekssual layaknya pasangan suami-istri.

Nova gadis asal Sidoarjo menghilang sejak 6 Februari 2010 yang dilaporkan ke pihak polisi oleh orang tuanya dan ditemukan oleh polisi pada Senin malam(8/2/2010) d sekitar wilayah Pantai Utara, Tangerang, Banten.

Dalam pengakuannya, Ari Power (Tangerang) yang berhobi musik tersebut, mengaku hanya meniduri Nova sekali, sisanya hanya hubungan badan “bugil” namun tidak melakukan ritual layaknya pasangan suami istri.

“Hanya sekali, mas” kata Ari Power saat digelandang polisi di Polda Metro Jaya, Selasa (9/2/2010) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB dan ditanya soal apa saja yang dilakuka Ari terhadap Nova dalam beberapa hari tersebut.

Kini gadis belia tersebut telah menjalani pemeriksaan vagina di RSCM, Jakarta Pusat. Hasil visumnya akan keluar 2-3 hari lagi. Sedangkan tersangka Arie Power (18) masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya , Ia dikenai pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur.

Sementara itu, pihak keluarga Nova menolak mengenal Ari Power yang dikatakan telah membawa kabur Nova (14) dalam sebuah drama rayuan “gombal” para ABG.(Fz/Jim/Cie

Cerita Keperawanan, keperawanan, facebook, dua sejoli, Cerita keprawanan, cerita tentang keperawanan, renggut, nova, visum keperawanan, Kisah asmara

Baca juga:

  1. Dua Hari Lagi Visum Nova Keluar
  2. Keperawanan Dilelang “Online”, Laku Rp 300 Juta
  3. Tips Aman Bergaul di Facebook
  4. Keperawanan dan Keperjakaan Dilelang
  5. Angel Karamoy: Tes Keperawanan Enggak Penting
berita.balihita.com / Berawal di Facebook, Keperawanan Marietta Nova Triani di Renggut Ari Power




Share |

Tags: , , , , , , , , , ,

Pebruari 9, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87870 . 8. 32
Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya." Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama  kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya. Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur. Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma." Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga. Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama. "Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu  menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.
free hit counter