Home » Agenda » Benda Misterius Menuju Bumi

Benda Misterius Menuju Bumi

Benda, Misterius, Menuju, Bumi

Washington DC: Sebuah benda dari luar angkasa yang masih menjadi misteri mendesir mendekati bumi, Rabu (13/1). Tapi benda tersebut dipastikan tidak akan menghantam bumi. Hanya saja, hingga saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui secara persis benda tersebut.

Para astronom menyangkal kemungkinan benda tersebut hanya sampah atau bisa juga asteroid kecil. Terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan bila benda itu menghantam bumi. Diperkirakan, benda misterius ini memiliki lebar kaki sekitar 33-50 paling banyak. Demikian seperti dilansir Associated Press, Selasa (12/1).

Menurut NASA, Rabu pukul 07.47 waktu setempat, wilayah barat Amerika Serikat mungkin akan melihat secara terang. Cukup dengan menggunakan teleskop amatir yang baik.(ANS)

objek menuju ke bumi, objek menuju bumi, tiga objek menuju ke bumi, 3 objek menuju ke bumi, gambaran objek yang menuju ke bumi, objek yang menuju ke bumi, berita mengenai objek yang menuju ke bumi, 3 objek menuju bumi, benda misterius di indonesia, objek menuju bumi 2011

Baca juga:

  1. Benda Misterius Menuju Bumi
  2. Teleskop NASA Temukan Obyek Misterius
  3. Asteroid Lewati Bumi di Atas Singapura
  4. Asteroid Berbahaya Kembali Mengancam Bumi
  5. Foto Bumi terbaru dari NASA
berita.balihita.com / Benda Misterius Menuju Bumi




Share |

Tags: , , , ,

Januari 28, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87870 . 6. 36
PURA Lempuyang Luhur di puncak Gunung Lempuyang, Kecamatan Abang, Karangasem, merupakan pura sad kahyangan. Pura di arah timur Pulau Bali ini diyakini pelinggih Ida Batara Hyang Gni Jaya atau Sang Hyang Iswara. Di jeroan pura di puncak gunung dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (DPL) ini juga tumbuh pohon bambu. Pohon bambu ini dipercaya sebagai pelinggih Ida Bhatara Tirtha. Tirtha ini disebut tirtha pingit. Karena merupakan tirtha pingit, pohon bambu disucikan atau tak ada yang berani menebang sembarangan, kecuali pamangku setempat. Di mana saat ada umat nuwur tirtha, pamangku pamucuk yakni Jero Mangku Gede Wangi nguningang maksud dan tujuan umat serta mohon perkenan ida bhatara katuwur. Saat itu, barulah satu batang pohon bambu dipotong, tirtha atau air suci yang terdapat di dalamnya di-linggih-kan di dalam tempat tirtha yang sudah disediakan. Pohon bambu dirawat dengan dibuatkan pagar yang dikelilingi ancak saji (pagar bambu pengaman). Sementara guna menghindari tangan usil dari pihak pemedek, pangempon pura juga memasang pengumuman bahwa siapa pun dilarang mengutak- atik pohon bambu agar tak terkena marabahaya. Selain bentuk pengamanan dan pengumuman itu, juga dibangun sebuah pelinggih Ida Bhatara Tirtha. Jero Mangku Gede Wangi beberapa waktu lalu di Lempuyang mengatakan, kesucian pura mesti dijaga semua pihak terutama umat Hindu. Hal itu demi keajegan Bali khususnya dan keselamatan umat dan semua makhluk. Selama ini, Gunung Lempuyang dan gunung di sekitarnya serta perbukitan, tetap terjaga kelestarian hutannya. Karena itu, selama ini sumber mata air cukup terjaga dan tak pernah kering. Hanya, diduga karena dampak pemanasan global, pada musim tertentu di lokasi Gunung Lempuyang suhu dingin mula berkurang. Tangkapan air hujan dari hujan lebat, menyebabkan muncul mata air di kaki utara gunung dan lereng serta kaki gunung di penjuru lainnya. Bahkan, di Bunutan yang dikenal desa gersang juga ada mata air sepanjang tahun. Air ini dipakai pengairi persawahan yang cukup luas. Mangku Wangi mewanti-wanti, jangan sampai ada upaya melakukan eksploitasi di Gunung Lempuyang dan sekitarnya dengan berbagai dalih. Karena hal itu diyakini tak bakal diperkenankan Ida Bhatara yang malinggih di sana. Soalnya, di Gunung Lempuyang dan sekitarnya diyakini merupakan kawasan suci dan terdapat logam sebagai panca datu palinggih Ida Bhatara. Hal itu berdasarkan bhisama Ida Batara Hyang Pasupati kepada putra-putranya bahwa dasar Gunung Lempuyang terdiri dari emas, mirah dan sejenisnya. Karena itu diperintahkan salah seorang putra beliau untuk melinggih di gunung itu guna menjaga Pulau Bali dan sekitarnya, sehingga tak goyang serta memberikan anugerah kepada semua makhluk. Semua pihak berkewajiban menjaga kesucian pura dan areal Gunung Lempuyang, katanya. Dikatakan, saat ada umat Hindu nuwur tirtha ketika menggelar upacara tertentu tirtha yang dipercikkan atau yang dituwur adalah dari tirtha pingit itu. Dimana saat ada umat nuwur Ida Bhatara Tirtha, maka satu pohon bambu ditebang oleh pemangku. Umat percaya, kalau saat bambu ditebang dan dipotong, ketika muncul banyak air suci mereka yang nuwur tirtha dipercaya mendapatkan anugerah atau Ida Bhatara ledang. Mangku Wangi juga mengatakan, selain sembahyang biasa, juga kerap ada umat mohon keselamatan dan mohon kesembuhan dari penyakit. Pura Sad Kahyangan Lempuyang, terdiri dari Lempuyang Luhur dan terkait juga dengan Pura Penataran Lempuyang di desa pakraman Purwayu, Pura Telaga Mas sebagai pasucian Ida Bhatara dan pura Pasar Agung Lempuyang. Pujawali tiap enam bulan di pura ini puncaknya jatuh pada Umanis Galungan, seperti Umanis Galungan Kamis (9/12) yang baru lalu. Usai puncak pujawali, Ida Bhatara kaaturan malinggih di Pura Penataran Lempuyang di Purwayu dan nyejer selama tiga hari. (bud)
free hit counter