Awas, Ogoh-Ogoh Ditempeli Foto Calon
Rangkaian perayaan Nyepi 1 Saka 1932 akan dimulai. Umat Hindu akan melakukan kegiatan melasti di Pura Segara, Ampenan. Kegiatan penyucian diri ini akan dimulai pukul 15.00 wita hingga menjelang malam. Hari Senin merupakan puncak kegiatan Tawur Kesanga. Masyarakat umum mengenal kegiatan ini dengan pawai ogoh-ogoh.
Panitia Peringatan Hari Besar Hindu (PHBH) GP Aryadi mengingatkan semua pihak agar tidak mengotori acara suci ini dengan urusan politik menjelang pilkada Kota Mataran tahun ini. Pengalaman tahun lalu, Ogoh-ogoh yang bernilai sakral pun “dikotori” dengan atribut-atribut parpol.
“Jangan sampai terkontaminasi oleh politik. Ajaran Dharma sangat menekankan agar semua orang melakukan swadarmanya (kewajiban masing-masing). Kalau ini tidak dilakukan akan bisa mendatangkan kekacauan,” kata GP Aryadi, kemarin.
Dia menceritakan, tahun lalu ketika pelaksanaan pawai ogoh-ogoh berdekatan dengan pemilu, banyak pihak yang memanfaatkan momen ini untuk kampanye. Ogoh-ogoh saat itu dipenuhi dengan atribut-atribut parpol. Bahkan pernah sampai terjadi aksi keributan gara-gara mencampuradukan pawai suci ini dengan kampanye beberapa partai. “Kami harapkan seluruh banjar dan masyarakt Hindu bisa steril dari politik saat pawai ogoh-ogoh ini. Ini adalah acara suci, jangan dicampuradukkan dengan politik,” pesannya.
Ketua Dewan Ogoh-ogoh Mataram (DOM) Artha Kusuma menyatakan dukungannya terhadap PHBH yang meminta agar pawai ogoh-ogoh steril dari unsur politik. “Apapun alasannya, pawai ogoh-ogoh adalah budaya yang erat kaitannya dengan perayaan Nyepi. Jadi jangan sekali-kali ada unsur politik yang masuk,” tegasnya. Bagaimanapun, katanya, situasi politik Kota Mataram tidak boleh berpengaruh pada ogoh-ogoh. “Konteksnya beda dan harus dibedakan,” tandasnya.
Senin, pawai ogoh-ogoh akan dilepas di depan kantor Wali Kota Mataram oleh Ketua PHDI NTB Drs I Gde Renjana dan finis di Perempatan Cakranegara. Aryadi berharap, tahun ini pawai ogoh-ogoh makin meriah dan lebih kreatif dari tahun-tahun sebelumnya. “Kegiatan ini bisa menjadi kegiatan wisata budaya,” ujarnya. Jadi, unsur hiburannya harus lebih menonjol.
Renjana menambahkan, pawai ogoh-ogoh tahun ini tidak akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, dia mengusahakan agar lebih meriah. “Tidak ada bedanya, baik rute maupunĀ susunan acara,” ucapnya. Dia hanya berharap, pada hari raya Nyepi tahun ini seluruh umat Hindu lebih fokus dalam menjalankan ibadah. Penuh kedamaian dan tidak mengganggu pengguna jalan atau warga yang lain. Dikatakan, acaranya ini sakral.
ogoh ogoh, ogoh ogoh bali, ogoh-ogoh, hari raya nyepi, ogoh ogoh di bali, Ogoh-ogoh bali, ogohogoh, gambar ogoh-ogoh, ogoh, ogoh-ogoh di baliBaca juga:
- Umat Hindu Mataram Akan Pawai “Ogoh-ogoh”
- Mataram Pawai Ogoh-ogoh Senin
- Ipin dan Upin Pun Dijadikan Ogoh-ogoh
- Ribuan Pecalang Amankan Pawai Ogoh-Ogoh
- Kapoltabes Denpasar Akui Terjadi Perusakan Ogoh-ogoh

