Home » Gaya Hidup » Automotive » Asian Road Racing Championship 2010 Hendriansyah Janji 3 Besar di Supersport ARRC

Asian Road Racing Championship 2010 Hendriansyah Janji 3 Besar di Supersport ARRC

Asian, Road, Racing, Championship, 2010, Hendriansyah, Janji, 3, Besar, Supersport, ARRC

OTOMOTIF – Meski sudah pernah mengenyam ajang supersports ARRC, tapi Hendriansyah hanya berani mentargetkan 3 besar. Alasannya, saingan berat datang dari pembalap Jepang.

Tahun lalu, Karempol dari Thailand menjadi juara. “Saya enggak mau terlalu tinggi. Cukup 3 besar saja di tahun pertama setelah comeback,” kata Hendri, sapaannya.

Hendri menyebutkan, tahun 2003 bisa peringkat 4 saat memperkuat tim Zhongzen Cina dengan kondisi tim yang sangat profesional.

Tim saat itu diperkuat mekanik dari Jepang. Setelah menyiapkan diri dengan menggembleng fisik dan teknik di Sentul, kini tinggal tim Ash Yamaha Indonesia menyiapkan motornya dengan maksimal dengan mekanik andal akan menjadi faktor penentu.

Nama lain yang diandalkan M. Fadli. “Saya memang ingin sekali bisa berlomba di ajang supersports ini. Makanya tidak akan menyia-siakan kesempatan yang telah datang ini. Mungkin seri awal perlu adaptasi. Selanjutnya, langsung ingin bisa bersaing,” kata Fadli.

Bukan pekerjaan mudah buat Fadli. Apalagi ini tahun pertamanya naik supersports, ganti motor pula dari Suzuki ke Yamaha.

hendriansyah, hendriansyah road race, Sejarah Hendriansyah, gayamotor ha\endriansyah, hendriansyah racing team, supersport asia 2010, motor hendriansyah, supersport indonesia 2010, road race hendriansyah, zhongzen

Baca juga:

  1. Tujuh Atlet Jateng Masuk Pelatnas Sepak Takraw Asian Games 2010
  2. Sepeda Baru Polygon Royale Series 2010 – Road Bike dan MTB
  3. Rossi: Saya Tak Akan Hengkang ke F1!
  4. Sutanto Indonesia Diharapkan Sukses d Asian Games
  5. Jatim Daftarkan Tiga Pemanah Asian Games
berita.balihita.com / Asian Road Racing Championship 2010 Hendriansyah Janji 3 Besar di Supersport ARRC




Share |

Tags: , , , , , , , , , ,

Januari 31, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87866 . 820. 36
Beritabali.com, Melaya, Saat sedang asyik bermain di kebun sekitar rumahnya, Gusti Putu Adnyana (9) tiba-tiba harus menyaksikan ayahnya, Gusti Ketut Yasa Ardana (33) tewas tergantung Kamis (24/6) di batang pohon mangga belakang rumahnya, di Dusun Kemoning, Manistutu, Melaya. Yasa Ardana pertama kali diketemukan anaknya sudah tak bernyawa dan tergantung dengan menggunakan selendang berwarna ungu. Jalan pintas untuk mengakhiri hidup yang dilakukan korban Yasa Ardana ini terbilang nekat dan tidak memikirkan nasib masa depan keluarganya. Dari informasi yang dihimpun beritabali.com di TKP, ulah nekat yang dilakukan Yasa Ardana yang baru memiliki dua orang anak dan masih kecil ini, diduga kuat dipicu oleh kelakukan istrinya yang memiliki PIL (Pria Idaman Lain) alias berselingkuh. Meski perselingkuhan istrinya tersebut tidak terbukti, namun kerukunan rumah tangganya terancam retak lantaran antara korban dengan istrinya selalu diwarnai percekcokan. Mungkin karena tidak kuat menahan emosinya hingga menghilangkan akal sehatnya, Yasa Ardana pun nekat bunuh diri dengan jalan gantung diri. Kapolsek Melaya AKP I Nyoman Pageh seijin Kapolres Jembrana AKBP Akhmad Nurwahid saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa naas tersebut. Kapolsek Melaya bahkan mengungkapkan, hal serupa juga dialami paman bocah ini empat tahun yang lalu. Ditambahkannya, dari hasil hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yasa Ardana. “ Jadi ini murni gantung diri “ pungkas Nyoman Pageh didampingi Kanit Reskrim Aiptu Gede Sena. (tra)
free hit counter