Home » Techno » Ada Gorila Punggung Perak Hidup di Mars

Ada Gorila Punggung Perak Hidup di Mars

Ada, Gorila, Punggung, Perak ,Hidup ,di Mars

Jika foto yang dimuat The Sun ini benar adanya, bisa jadi planet Mars memang memiliki kehidupan. Seorang peneliti Nigel Cooper yang telah mempelajari ribuan foto yang diambil NASA menemukan sosok primat Gorila di Mars.

Cooper yang sekian lama meneliti kehidupan di Mars lewat foto-foto yang didapatnya dari NASA, Badan Antariksa Amerika Serikat menemukan sebuah foto yang aneh, karena dalam satu foto yang dikirim lewat mesin robot membuktikan planet merah ini memiliki tanda-tanda kehidupan.

Dalam sebuah posting online-nya, Copper yang kini berusia 43 tahun dari Grimsby Lincs mengatakan, “Sudah pasti itu makhluk hidup.”

“Saya yakin, ada kehidupan di sana (Mars),” imbuhnya.

Dari foto yang dimuat The Sun memang terlihat jelas jika sosok primata yang sering ditemui di Afrika itu terekam jelas. Gorila berpunggung perak, seperti dalam film Kongo.

Jika penemuan ini benar adanya, maka Mars memang memiliki kehidupan dan bisa menjadi alternatif tempat tinggal manusia mengingat Bumi sudah mulai sesak dan panas karena pemanasan global.

Dalam film Hollywood, ‘Planet The Ape’ digambarkan manusia tergusur oleh primata monyet dan dikuasai oleh primata yang kabarnya menjadi nenek moyang manusia di Bumi ini.

kehidupan di mars, kehidupan di planet mars, planet mars ada kehidupan, kehidupan mars, Foto Kehidupan Di Mars, adanya kehidupan di mars, kehidupan planet mars, mahluk hidup di planet mars, berita terkini mengenai makhluk hidup di mars, foto-foto planet mars

Baca juga:

  1. Aha! Ternyata Dulu Ada Air di Mars
  2. Ilmuwan NASA Memperoleh Data Planet Mars Terbaru
  3. Malaria Ditularkan Dari Gorila
  4. Kuburan Es Mars Digali Terus
  5. Radar Mars Bantu Temukan Air di Timur Tengah
berita.balihita.com / Ada Gorila Punggung Perak Hidup di Mars




Share |

Tags: , , , , , , , ,

Maret 4, 2010
By team berita

Comments are closed.

Berita Regional dan Pariwisata

Kemenbudpar Gelar ‘Art Summit Indonesia 2010′

By Global

JAKARTA - Kementerian Budaya dan Pariwisata kembali menggelar Art Summit Indonesia 2010. Ajang festival budaya ini diselenggarakan tiga tahun sekali. Rencananya Art Summit Indonesia 2010...
Read more »

Objek Wisata Alas Kedaton

By Global

Libur lebaran sejumlah objek wisata ramai dikunjungi pengunjung seperti objek wisata alas kedaton di Tabanan. Objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam serta ratusan...
Read more »

WithBerita

BeritaTerkini V
87861 . 808. 310
Setelah dilaksanakan upacara, mereteka dan merana serta ngeringkes, dan menyucikan tikus kemarin pagi, Selasa pagi ribuan masyarakat desa pakraman bedha, melaksanakan upacara pengabenan tikus, karena gagalnya panen padi yang di akibatkan oleh banyak serangan hama tikus, bertujuan untuk menyucikan, roh tikus agar terbebas dari ikatan karmanya sehingga tidak kembali lagi ke bumi sebagai hama penyakit dan merusak segala jenis tananam yang ada di bumi. Desa pakraman bedha yang terdiri dari tiga puluh delapan banjar adat dari enam desa,yang ada di wilayah tiga kecamatan di kabupaten Tabanan, yang luasnya mencapai 900 hektar, upacara mreteka merana dan pengabenan tikus yang terakhir di laksanakan pada tahun 2008, akan tetapi sejak tahun 2008 hama tikus kembali merajalela merusak tananam padi yang tidak bisa di kendalikan. Dengan banyaknya serangan hama tikus, yang merusak tanaman padi warga, pagi tadi melaksanakan pengabenan tikus, yang di awali upacara kemarin dengan upacara mreteka dan merana ngeringkes pembersihan. Menurut bendesa adat pakraman bedha inyoman surata, banyaknya serangan hama tikus yang merusak tanaman padi di wilayah desa pakraman bedha, yang sudah sering di lakukan nangluk merana,agar tanaman selamat dari serangan hama tikus, pengabenan tikus kali ini yang di awali ngeringkes, menyucikan tikus, selanjutnya melaksanakan pengabenan yang di laksanakan di pantai yeh gangga, dengan wadah yang di arak oleh warga seperti layaknya pengabenan pada manusia, yang jaraknya enam kilo meter dari pura penataran puseh. Upacara pengabenan tikus kali ini juga mendapatkan perhatian dari para wisatawan untuk memanfaatkan untuk mengabadikan tradisi yang sangat langka, sementara menurut salah seorang wisatawan asal Inggris lawrence t blair,yang sudah tiga puluh tahun tinggal di Bali, baru satu -satunya tradisi di Bali yang ada upacara pengabenan selain pengabenan manusia yang sudah biasa di laksanakan di Bali. Dengan diadakan pelaksanaan pengabenan tikus, agar hama penyakit tikus dan hama lainya tidak kembali merajalela merusak segala jenis tanaman terutama tanaman padi. Suar Eka Buana, dewata tv Berita Bali Terkini - Dewata TV » Berita Tabanan, Bali Berita Terkini Berita BaliHita
free hit counter